Sabtu, 29 Juni 2019

Jualan Pulsa

[29/6 15.14] reisa dara: Jualan pulsa

Beuh kalau denger dua kata itu rasanya mau senyam senyum sendiri. Banyak suka dukanya menjalani profesi sebagai penjual pulsa.

Beuh... Emang sejak kapan jual pulsa? Sejak zaman kuliah kurleb waktu masuk semester 3

[29/6 15.14] reisa dara: Penjual pulsa itu untungnya menurut saya gak banyak. Misal nih harga 10ribu. Harga aslinya 10.750 Dia jual 12ribu berarti untungnya cuma 1250.

Nah waktu itu masih awam tergiur org yg ngiming" pulsa murah. Pulsa 10rb harganya 8500. Wuih tergiur tapi kok rada was" akhirnya nyoba ikutan nyaldo 50k

[29/6 15.14] reisa dara: Sukanya apa? Banyak! bisa nolongin diri sendiri, nolongin orang, bikin silahturahmi panjang (apalagi yang beli enak tinggal sms) dulu mah blm ada WA biasa sms. Bbm aja baru eksis pas semester 6an.
Bayarnya nanti klo udah ketemuan di kampus 😆.

Dukanya? Juga banyak. Ya itu kadang diutang tapi ditagihnya tak mudah.

[29/6 15.14] reisa dara: untungnya saya yang termasuk disiplin dan galak 😆 jadi sebelum ditagih semua langsung bayar sendiri. Eh tapi ada juga sih yang bayarnya luama bgt. Udah ky debt colector nyari" orang di kansas (kantin sastra)

[29/6 15.14] reisa dara: Ternyata, saldo beneran masuk 50k. Tapi begitu transaksi sekali, jualin 10k pulsa tau" saldo hangus gitu aja. Ternyata saya kena tipu. Habis itu udah gak tertarik dg iming" pulsa murah itu nipu...
Balik lagi ke jualan pulsa dg harga standar biasa

[29/6 15.14] reisa dara: Sampai suatu ketika ketemu sm penjual pulsa yg udah gede bgt. Tanya" kok bisa jual pulsa 10k dg harga 11. Dia jawab enteng.

Saya ambil untung 100-250perak. Tapi, kan dikali berapa ratus yg beli di dia. Mantapppp

[29/6 15.14] reisa dara: Pedagang itu ngajarin saya mengurangi keuntungan. Sedikit aja ngambilnya tapi kali banyak. (kaya owner NM)

Akhirnya saya pun ikutanlah. Makanya saya berani jual 11,5k. Beda 500 sm toko lainnya yg biasa jual 12. 😆

Sampai sekarang masih jual pulsa 🙈 nolong diri sendiri krn butuh pulsa token dan para tetangga.
Btw pulsa redy yaaa😆😉

Senin, 03 Juni 2019

Dia?

"Gimana menurutmu, cakep nggak?" Lista berbisik di telingaku. Pandangannya fokus pada seorang laki-laki yang sedang duduk manis di taman Rumah Sakit tempat kami terapi.

"Lumayan" Ujarku jujur. Lelaki yang dijatuhi rasa oleh Lista memang terlihat oke. Badannya tinggi semampai, potongan rambut ala Rayi Ran dua senti terlihat pas dengan bentuk wajahnya yang oval. Kulitnya putih bersih dan yang menjadi nilai plusnya hidungnya mancung bak artis India.

Lelaki itu kemudian berdiri. Tangannya mengambil sesuatu dari saku jaketnya. Ia mengeluarkan semacam tongkat kecil lalu menariknya hingga menjadi panjang. Tongkat itu menyentuh tanah taman. Lelaki itu pun melangkah pasti dengan tongkat yang meraba tanah. Tongkat itu sebagai panduan untuk memastikan bahwa jalan yang dilaluinya aman tak ada halangan.

"Dia...?" belum sempat pertanyaanku terucap, Lista mengangguk mantap seolah tahu lontaran tanya apa yang ingin kuungkapkan.

"Buatku gak masalah, Ra. Toh kamu lihat, aku saja hanya punya satu kaki" Ujar Lista sambil menunjukkan kaki kirinya yang hampir dua tahun lalu diamputasi.