Kamis, 24 September 2020

Pantul Warna

Alhamdulillah setelah menyelesaikan tantangan 15 hari zona komunikasi produktif, kini saatnya memberikan pantul warna komunikasi produktif yang sudah dan masih akan terus dilakukan.


Jujur tak mudah memang dan pantulan warnaku dalam komunikasi produktif jika diibaratkan dalam warna pelangi warnanya masih belum Mejikuhibiniu.




Alasannya karena kadang masih suka lepas kontrol meski sudah berusaha melakukan komunikasi produktif dengan memberikan pilihan atau alternatif. 


Masih terus belajar lagi dan lagi agar komunikasi produktif dalam hidupku senantiasa terasah. 


Saat ini pantulan warnanya memang masih remang-remang namun InsyaAllah suatu saat nanti jika komunikasi produktif ini senantiasa dilakukan aku akan menemukan pelangi dalam hidup dan diriku.


Semoga saja. Aamiin aamiin aamiin

#Pantulwarna
#pantulanwarna
#Komunikasiproduktif
#BundaSayang6

Kamis, 17 September 2020

Jurnal Komprod 15: Terus Belajar

Bismillah 

Gak terasa sudah masuk setoran hari ke-15 

Hari ini semua berjalan baik sesuai jadwal. Namun sebelum memulai pagi yang berbeda ini kami mulai buat kesepakatan.


Yap ada kesepakatan antara mabun ayah dan Mas

Semua berkaitan agar tidak terjadi hal yang tidak diinginkan saat mas bermain dengan adik.

Alhamdulillah kesepakatan itu berjalan dengan baik. Seperti tadi pagi saat mabun masak bakso mas minta izin untuk main ultramen-ultramenan bersama adik.


Namun mabun ingatkan jangan sampai membuat adik menangis. Alhamdulillah sampai mabun selesai masak adik tidak nangis dan mereka akur.


Lanjut mereka bermain pasir di halaman rumah. Sebelum bermain mabun ingatkan untuk membaca basmalah dan tidak melempar-lempar pasir. (takut nanti kelilipan)

Alhamdulillah itupun juga berjalan dengan baik. Sampai akhirnya datanglah ajakan untuk mandi.

Adik awalnya menolak namun mabun kasih pilihan main air dan sabun dian langsunv mengiyakan.


Meski ujung-ujungnya mandi juga.

Dan saat jelang waktu maksi mereka sudah gak pakai jurus rayuan. Sudah langsung bilang siap. Adikpun saat diajak tidur langsung mapan dengan selimutnya. Kecuali mas yang harus diceritain dulu.

Ceritanya apalagi coba kalau bukan kisah anak dan remot ajaib.

Alhamdulillah

Temuanku ternyata dengan kesepakatan dan pilihan jadi lebih mudah dalam membersamai jagoan.


Rencana esok tetap akan menjalankan komunikasi produktif yang positif.

Bismillah


Bintangku hari ini

⭐️⭐️⭐️⭐️


#harike15
#tantangan15hari
#zona1komprod
#pantaibentangpetualang
#institutibuprofesional
#petualangbahagia

Rabu, 16 September 2020

Jurnal Komprod 14: Sabarku Masih Kurang Luas

Bismillah
Masuk tantangan hari ke-14 entah kenapa hari ini mengalami penurunan yang signifikan.



Ngomong baik-baik sudah
Bicara tegas dan terang sudah
Memberikan pilihan sudah

Namun sang lawan bicara seolah tak mengindahkan apa yang terjadi dan apa yang akan terjadi sehingga berakibat fatal.


Tangan adiknya terkilir, adiknya nangis dan akhirnya Masnya kena nyanyian 8 oktaf

🙈🙈🙈🙈🙈🙈🙈

Berkali-kali diingatkan sepertinya sang anak lagi menguji kadar sabar emaknya. Namun apa boleh buat. Harimau terlpeas juga dari sangkarnya.

Runyamlah kena auman.


Bintangku hari ini ⭐️

Semoga besok lebih baik lagi. 

Selasa, 15 September 2020

Jurnal Komprod 13: Jangan perintah berilah pilihan

Bismillah

Masuk tantangan hari ke-13 masih setia menjalankan komunikasi produktif. Setelah diri merasa lebih baik karena istirahat yang cukup akhirnya bisa berdamai lagi dengan diri.

Kali ini mabun melakukan komunimasi produktif dengan jagoan. Kebanyakan hari ini komunikasi berisikan pilihan.

Seperti saat pagi waktunya mandi. Diajak mandi dua-duanya menggeleng. Alasannya masih pagi padahal sudah jam 07.30.

Akhirnya dikasih pilihan mau mandi lepas itu syuting atau mau syuting tapi jadinya jelek karena gak mandi

yah namanya anak-anak keceh mereka mana mau syutingan jelek. 😂 akhirnya mereka mandi juga.

Hari ini kami mau syuting ala-ala untuk ikutan Give away dalam rangka menyemarakan tahun baru hijriyah.

Alhamdulillah mabun berhasil gubah 2 lirik lagu potong bebek angsa dan pelangi.


Dua jagoan diajarin sekali langsung nempel di kepala. Berarti emang lirik yang mabun buat mudah kali ya. Hehhehehe

Lirik sederhana saja

Aku anak soleh
Islam agamaku
Allahlah Tuhanku
Muhammad Nabiku
Al-Quran kitabku
Hadist rujukanku
Ya Allah ya Rahman bimbinglah aku.


Oh iya lepas syuting kami buat kesepakatan untuk belajar gen ibnu batutah. Tapi berhubung syuting kelamaan akhirnya jadwalnya mundur setelah mereka tidur siang atau habis asar.



Tadinya pada protes namun mabun alihkan dengan memberikan pilihan mau dengerin cerita remot ajaib atau gak diceritain. Ya namanya anak-anak yang doyan diceritain emaknya akhirnya pilihan jatuh pada denger cerita remot ajaib yang mengantarkan mereka tidur siang setelah makan. Alhamdulillah


Bintangku hari ini ⭐️⭐️⭐️⭐️

Gak ada esmoni yang luber semua sesuai dengan niatan dan kesepakatan. Anak-anak mudah diajak kerjasama. Alhamdulillah makasih ya Allah. Semoga esok lebih baik lagi.

Rencana untuk esok hari tetap melakukan komunikasi produktif karena memang ternyata ampuh untuk mengurangi kalimat berlebih dan maksud yang tak sampai. Semoga terus istikomah sampai tantangan selesai dan berlanjut terus menerus dalam kehidupan seterusnya. Aamiin aamiin aamiin ya Allah.


#harike13
#tantangan15hari
#zona1komprod
#pantaibentangpetualang
#institutibuprofesional
#petualangbahagia


Senin, 14 September 2020

Komprod 12: Feeling

Bismillah masuk tantangan hari ke-12 dan sekarang komunikasi produktif dilakukan baik kepada diri sendiri maupun kepada orang lain.


Jadi sedikit horor ceritanya karena masih ada sangkut pautnya sama yang kemarin. Feeling seorang anak gak pernah meleset.


Dari pagi resah dan gelisah di rumah aja. Akhirnya teralihkan oleh domestik yang gak kelar-kelar karena kebanyakan ditunda. 


Lepas kelar baca ponsel. Ada pesan, 3 huruf saja. Nes!



Kata itu berarti banget buat saya. Ada kalimat yang tak tersampaikan dan justru bikin penasaran dan gak tenang. 

Langsung saja saya hubungi sang pengirim pesan yang tak lain dan tak bukan adalah mama


Ya mama

Mama mengabarkan dirinya akan diantar supir ke rumah kami di cilacap. Sepersekian detik saya menarik napas panjang dan menyatakan dengan perlahan serta ketegasan bahwasannya mama tidak usah datang ke rumah.


Ya Allah saya mengatakan itu demi kebaikan bersama. Terlebih mama dari zona merah. Mungkin iya mama tidak bawa virus tapi kan gak menjamin kalau beliau tidak membawa.


Iya ma, aku tahu mama kangen sama anak-anak (jagoan) aku pun kangen sama mama. Tapi apa boleh buat. Di sini ada peraturan baru kalau orang dari luar wilayah harus lapor dulu ke balaidesa. Apalagi dari Jakarta atau Tangerang.

Terlebih kalau tahu mama dari zona merah. Nanti bisa panjang urusannya. Apalagi di desa beuh gosip lebih pedes nanti urusannya jadi panjang kaya kereta api.🙈


Sebebarnya aku menangkap nada kecewa dari suara parau mama. Sungguh kami pun rindu tapi pandemi ini membuat kerinduan jadi lain ceritanya. Kami menjaga orang-orang di sini meski aku yakin sih mama gak terjangkit.


Corona ini lebih parah dari virus zombi. Parahnya karena dia gak kelihatan mana yang postif bahkan bisa gak begejala sekalipun. 


Apalagi orang-orang terdekat sendiri. Orangtua sendiri. Ya Allah ampunilah aku dan dosa-dosaku. Sungguh bukannya aku menolak silahturahmi mama. Tapi pernyataanku ini sesuai dengan anjuran pemerintah dan kisah teladan di zaman Umar saat ada wabah.


Aku berharap mama bisa paham
Mama bisa ngerti dan semoga perkataanku tidak melukai dan menyakit hati mamaku.

Aamiin aamiin aamiin

Ya Allah kalimat-kalimat penolakan dan larangan kunjungan yang kulontarkan sesungguhnya bentuk kasih sayangku pada keluarga kecil dan keluarga besarku. Semoga Engkau senantiasa meridhoi aku serta melindungi keluargaku dimanapun mereka berada.



Sedari tadi aku menyakinkan diri dan mengatakan pada diri bahwa semua yang kulakukan sudahlah tepat meski mengganjal hati karena aku membuat silahturahmi tak terjadi.


Its oke Reisa
Semua akan baik-baik saja

Aamiin aamiin aamiin Ya RabbalAlamiin



#harike12
#tantangan15hari
#zona1komprod
#pantaibentangpetualang
#institutibuprofesional
#petualangbahagia



Minggu, 13 September 2020

Jurnal Komprod 11: Corona yang mencekam

Bismillah masuk hari ke-11 tantangan komumikasi produktif. Kali ini masih berkutat pada diri sendiri.


Diri ini merasa kurang produktif dalam hal berkegiatan. Dari pagi bawaannya males padahal aneka domestik butuh segera diselesaikan.


Akhirnya setelah bermalas-malasan yang tak penting diri ini berkata.

Ayo selesaikan sekarang nanti baru bisa santai.

Bangkitlah dan mulai mencicil kegiatan domestik meski jagoan udah pada bangun. Karena hari ahad jadi hari bebas buat mereka. Mereka boleh nonton tv bahkan. 


Begitu selesai membuat martabak buat sarapan mager melanda lagi. Ya Allah ada apa dengan bumil cantik ini. Kenapa malas sekali rasanya. Seperti ada sesuatu.


Benar saja saat siang menjelang dapat kabar sesuatu yang tak mengenakkan. Suasana mencekam di kembang larangan yang tak lain adalah tempat tinggal mama. 


Daoat kabar sudah 13 orang terkonfirmasi positif covid dan 5 diantaranya ada di jalan brotowali 2 jalan rumah mama.


Ya Allah rasanya ngenes banget. Kok bisa secepat itu. Dan yang bikin lebih ngenes mama sampai stres. Apalagi pspb di jkt dimuali tanggal 14 sept 2020 ini. Ya Allah.


Mama ngabarin mau pergi ke suatu tempat biar gak mencekam. Ya Allah harusnya mama mah di rumab aja. Ini malah pergi kemana- mana. Senoga aja mereka gak ada yang bawa virus. Aamiin 


Semoga mereka sehat terus aamiin aamiin aamiin ya Rabbal alamiin.

Dalam diri ini kata-kata positif harus terus digalakan. Dari senantiasa berdoa bahwa mereka akan baik-baik saja. Twrhindar dari virus dan selamat.


Meski akhirnya tetep aja jadi pikiran karena harusnya mama gak usah kemana-mana. Tapi apa mau dikata orangtua punya pemikiran lain dan yang lain kadang semaunya sendiri dan kaya anak kecil. 


Keadaan diri yang jadi tak tenang akibat kabar dan keadaan tersebut ternyata berpengaruh pada priduktivitas diri. Hamba jadi malas sekali. Ya Allah. Malas ngapa-ngapain. Badan rasanya lemes gak ketulungan. Curhat sama oak su sebelum berangakat jemput rezeki dia malah ikut kepikiran.🙈


Hati ini belum bisa tenang. Komprid ke diri sendiri pun belum bisa menenangkan. 

Jadi bintang hari ini ⭐️⭐️⭐️

Semoga esok kan lebih baik lagi dan lagi. 

Aamiin aamiin Ya Rabbal alamiin



#harike11
#tantangan15hari
#zona1komprod
#pantaibentangpetualang
#institutibuprofesional
#petualangbahagia



Sabtu, 12 September 2020

Jurnal Komprod 10: Semua Baik-Baik Saja Rei

Bismillah

Afirmasi positif terhadap segala sesuatu memangbdirasa perlu. Terlebih pada diri sendiri.

Temuanku hari ini

Ada yang belum selesai dengan diri ini. Kejadian kemarin dan kemarinnya lagi seolah menjadi beban yang dibawa pada keesokan harinya.


Tadinya semua baik-baik saja namun karena sikap seseorang rasanya jadi tak baik dan tak nyaman.


Aku jadi tidak mengenali diri sendiri yang terkadang mudah emosi dan nanis menjadi-jadi.

Prilakuku terhadap jagoan dan ayahnya pun seolah luntur dengan kebaikan. Entah kenapa hari-hari diisi dengan bernyanyi 8 oktaf atau lebih.


Sudah berkali-kali kuingatkan dan kukatakan nampaknya memang belum ada jalan untuk penyelesaian terhadap sumber masalah utamaku.


Ada yang salah dengan cara berkomunikasiku bahkan sampai berkali-kali membuat jagoan tak paham atau berujung dengan kalimat penolakan atas pernyataan yang kulisankan.


Iya masalahnya ada pada dirikunsendiri dan berbuntut melebar kemana-mana.


Emosi pecah, tangis luruh, dan harmoni kebaikan mengupa sudah.


Tak ada ada sesungging senyum walau suami sudah kooperatif bersama anak-anak memberikan hiburan yang bahkan memcoba menarik ujung-ujung bibir agar tersenyum. Namun tak mampu.


Pelarian dari tenaga esmosi yang tak terbendung akhirnya disalurkan dengan bebikinan.


Yap, pagi ini bebikinan cilok seolah menjadi penyaluran emosi dan komunikasi yang tak bisa disampaikan dengan kata-kata.

Namun mood dan situasi ternyata mempengaruhi hasilnya juga. Biasanya nikmat dicerna namun hari inj jadi lain cerita dan rasanya.


Ada energi kesombongan yang diolah sehingga terpancar dalam setiap gigitannya. Ya Allah ....


Mampukah aku menjalanji kehidupan yang hanya sendagurau dan permainan belaka ini. Atau terkadang ini bagian dari titik terendah dalam kekuatan dan perjalanan. Hidup yang memang tak selalu mulus dan kadang terjal.


Andai saja waktu dapat diputar aku lebih memilih tak menjejak di sini dan nyaman dengan kehidupanku di Balaraja dulu.

Namun nasi telah menjadi bubur, komunikasi yang dulu tak produktif akhirnya menghasilkan kelaraan yang aku sendiri belum tahu sampai dimana ujungnya. Apakah kebahagiann yang menjadi penyambung dan penutup cerita.


Ayolah reisa semua akan baik-baik saja. Sebaik engkau menjalanintakdirmu dengan suka cita dan tanpa jera. 

Kapan aku bilang aku tak jera? Ah sudahlah.

Diriku dalam keadaan tak baik-baik saja. Begitu pula dengan hatiku. Dan bintangku hari ini adalah ⭐️ aku masih jauh tertingg dan terkubur dalam kelaraan. Semoga aku segera bangkit dan mulai perjuangan meski dimulai dari awal.


Lara yang sepi, hilang, dan kembali menjelma suka cita. Kunantikan kau datang, sekarang Jua


@reisarengganis



#harike10
#tantangan15hari
#zona1komprod
#pantaibentangpetualang
#institutibuprofesional
#petualangbahagia




Jumat, 11 September 2020

Jurnal Komprod 9: pada diri sendiri

Bismillah...
Komunikasi produktif yang berjalan hari demi hari. Niatnya sudah ada, diresapi. Namun terkadang esmoni lepas kontrol hingga tak terkendali.

Penyebabnya biasa, sumbu pendek. Memang ya namanya perempuan kalau sudah lapar lelah harus diselamatkan agar lebih setrong menjalani hidup dan kehidupan keluarganya.


Karena kalau sudah tumbang semuanya jadi berantakan.


Temuanku hari ini

Aku terlalu sedih. Sedih memikirkan ini dan itu. Menyebabkan esmoni tidak stabil dan berpengaruh dalam menjalankan peran sebagai istri dan juga ibu.



Tantanganku

Menghadapi diri dan senantiasa berpikir positif terhadap segala sesuatu. Bahwasannya segala hal yang terjadi dalam hidupku sudah bagian dari ketetapannya. Tidak boleh larut dalam kesedihan. Tidak boleh tenggelam dalam hal yang membuat hati menjadi tidak hepi.


Akibat blocking pada diri akhirnya dampak yang kurasakan dalam menjalani hari ini jadi berasa tidak mudah. Mudah lelah, mudah marah. Jangan pakai alasan kehamilan sebagai penyebab. Toh penyebab utamanya adalah ketidakrelaan diri menjalani dan menghadapi suatu masalah dan problematika hidup.


Jujur, aku ingin pulang. Namun, pandemi membuat ceritanya menjadi lain dan berbeda. Tidak sesuai dengan ingin dan tidak sesuai dengan harap.


Namun aku mencoba ikhlas untuk menghadapai dan menjalaninya. Karena kalau bukan dimulai dari diriku sendiri lalu siapa lagi.


Jangan sampai masalah itu malah memperuwet keadaan. Terlebih jagoan kedua lagi sariawan dan merengek terus mungkin juga karena perasaan diriku yang sedikit kalut karena gak bisa pulang.🙈

Menjabarkan permasalahan dan mencari solusi bersama suami seolah menjadi angin segar. Meski pada akhirnya aku tetap kecewa dengan keputusan akhir. Intinya sih tetap tidak bisa pulang.


Membaca cerita tentang seorang raja dan perdana mentrinya yang senantiasa mengatakan semoga ini ya g terbaik seolah menjadi petunjuk bagiku untuk lebih legowo dan ikhlas.


Yap, aku harus lebih legowo lagi dan senantiasa menyampaikan afirmasi positif dalam diri bahwa yang terjadi dalam hidupku adalah yang terbaik dari Allah untukku dan keluargaku.


Apapun kondisinya tetap harus meninggikan syukur dan sabar. Alhamdulillah


Rencana esok semoga selain mampu berkomunikasi positif pada diri aku juga mampu berkomunikasi produktif pada yang lain. Aamiin aamiin aamiin Ya Rabbalamaiin











#harike9
#tantangan15hari
#zona1komprod
#pantaibentangpetualang
#institutibuprofesional
#petualangbahagia

Kamis, 10 September 2020

komprod 8: Lekas sehat ya, Dek!

Bismillah....
Pagi ini dikejutkan dengan suara tangisan adik 2y. Biasanya kalau bangun tidur sudah rewel akan rewel terus seharian. Pasti ada penyebabnya.

Dipeluk, dielus-elus nangisnya makin jadi. 

Adik nangis, kenapa sih nangis. Sini-sini Mabun peluk.

Adik segera peluk mabun dan mengatakan sakit. 

Mabun tanya yang mana yang sakit?

Dengan cepat adik segera menunjuk area mulut. Mabun curiga apa giginya mau tambah atau malah mulutnya sariawan.

Dicek giginya aman tak ada gusi yang bengakak. Adik merinhis lagi nahan sakit. Cek bagian atas dan wow

Ada sariawan. Putih-putih dan membentuk lubang. Duh perih banget pastinya. 


Mabun segera ambil air putih. Setelah minum air putih dia meringis kesakitan lagi. 

Kalau sudah sariawan gini alamat nanti makan dan minumnya tidak mudah.

Benar saja ketika jam sarapan adik sudah berlalu dari depan piring. Sepertinya dia khawatir kalau makan nanti malah akan membuat mulutnya sakit apalagi saat mengunyah. Namun sejak bangun tidur belum ada makan yang masuk.

Ayo, mau sembuh kan? Makan terus berdoa nanti sembuh.

Sekali dua kali ajakanku ditolak. Namun karena lapar Adik mendekat dan mau membuka mulutnya. Alhamdulillah


Setiap satu sendokan dia akan menangis. Begitu terus dan akhirnya mabun menyerah disendokan ke 7. Cukuplah kasiah. Mabun peluk-peluk usap-usap akhirnya tangisnya reda. Mabun bilang kalau makannya banyak sembuhnya cepat. Alhamdulillah adik bilang iya.


Karena takut belum kenyang akhirnya mabun kasih susu kotak. Ya Allah alhamdulillah rewelnya adik hari ini bisa buat mabun sabar. 


Tak mudah bagi adik makan buah selain minum buahvita. Dia ounya turunan gak bisa makan buah dari kecil. Akhirnya disiasatin makan vice tablet vit c taoi dia nolak karena rasanya kecut.

Akhirnya mabun siasatin dihancurkan oakai sendok dan dikasih air putih jadi kaya puyer. Alhamdulillah kalao dibilangnya minum obat adik langsung buka mulutnya.


Dan akhirnya vitamin c itu masuk juga ke dalam tubuhnya. Mengalihkan rasa sakitnya setiap beberapa menit mabun alihkan baca buku. Alhamdulillah lebih mending karena pusing kalau dikit-dikit adik nangis. Apalagi kalau udah diisengin sama Mas nya.

Mabun bilang ke Mas.

Adik lagi sakit mulutnya karena sariawan. Mas jangan buat adik nangis ya. Adik dibikin seneng ya. Mas nya mengangguk.


Tapi beberapa lama kemudia biasalah drama rebut ribut terjadi. 


Mabun bilang ke Mas

Mabun gak suka kalau mas bikin adik nangis.


Alhamdulillah mas langsung ngalah dan kasih mainannya ke adik.

Ya Allah semoga engkau angkat oenyakit adik karena sariawan sekecil apapun benar benar mengganggu.


Bintangku hari ini ⭐️⭐️⭐️⭐️

Harus lebih kreatif dalam membuat makanan ke adik. Yang penting perutnya keisi.


Semoga esok komunikasi produktif terus berjalan. Aamiin 


#harike8
#tantangan15hari
#zona1komprod
#pantaibentangpetualang
#institutibuprofesional
#petualangbahagia

Rabu, 09 September 2020

Jurnal Komprod 7: Coba Dulu, Kamu Pasti Bisa

Bismillah kali ini komunikasi produktif dilaksanakan setia bersama jagoan.
Seperti biasa kami main sekolah-sekolahan. Materi kali ini tentang cooding. 

Mabun sudah siapkan ragam aktivitasnya dan tugas Mas tinggal mengerjakan saja sesuai yang mabun contohkan.


Susah lah bun, mas gak bisa. Nanti kalau salah gimana?

Ya itulah kalimat Mas Nusa 5y setiap dihadapkan dengan soal baru. 

Dicoba juga belum mas. Justru karena gak bisa makanya belajar biar bisa.


Belum juga mulai mas udah ngerengek aja minta berhitung.

Sekali dua kali mabun masih bisa sabar. Namun karena mas ngeluh mulu akhirnya tanduk mabun keluar juga. 🙈


Awalnya tanduk satu lalu jadi tanduk dua. Mas kalau lihat mabunnya udah bertanduk bukannya takut malah ketawa-ketawa. Ngeledek pula! Senewen kan akhirnya.


Akhirnya mabun contohin lagi dan mas perhatikan serius banget. Belum juga selesai eh dia udah bilang.


Eh, gampang Bun. Sini- sini Mas aja yang ngerjain. Langsung disahut kertasnya.


😂

Emaknya pengen nangis. Belum juga kelar ngasih contohnya udah main rebut aja. Dan langsung dia kerjain serius. Gak sampai 5 menit selesai.


Gimana susah apa gampang?

Gampang, Bun. Hehehhe

Mas cengar cengir aja.


Mabun nilai dapat 100 dia.

Temuanku hari ini:

Nusa mudah mengeluh dengan sesuatu yang baru dan belum dia pahami. Selalu bilang susah dan takut gak bisa 

Mabun selalu yakinkan di saat pengerjaan bahwasanya nanti Mas juga bisa. Selalu tanamkan keyakinan pada diri anak untuk mencoba dulu dan jangan pernah bilang gak bisa.




Beri semangat dan motivasi pada anak insyaAllah keyakinan dirinya akan meningkat dan dia pasti jadi bisa.


Alhamdulillah


Rencana esok tetap melakukan komunikasi produktif dengan orang serumah.


Bintangku hari ini ⭐️⭐️ karena udah keluar tanduk, kurang sabar. 🙈


Harus lebih sabar lagi dan lagi. Aamiin semoga saja Allah senantiasa memudahkan. Dan satu lagi memang sebaiknya menyiapkan ragam aktivitas hari sebelumnya agar pelajaran lebih lancar dan waktu lebih efektif dan efesien lagi.

Kalau sudah mau keluar tanduk memang sebaiknya ancang-ancang dulu dengan istigfar. Mungkin ini terjadi karena dalam pelajaran tadi tidak dimulai dengan duha seperti biasa. 🙈



#harike7
#tantangan15hari
#zona1komprod
#pantaibentangpetualang
#institutibuprofesional
#petualangbahagia


Selasa, 08 September 2020

Jurnal Komprod 6: Kemauan Anak

Bismillah hari ini masih terus belajar komunikasi produkti bersama jagoan.

Temuan hari ini jagoan nggak mau makan sayur. Padahal mabun sudah masak pecel, goreng tempe, dan bikin batagor. 


Eh Batagornya sih masuk rebutan malah. Tapi pecelnya gak laku. Alhasil jagoan cuma makan lauk aja gak pakai nasi. Dududududu


Emang dasar mabunnya yang orang Indonesia, kalau belum makan nasi ya namanya belum makan. Hahahahha

Akhirnya menanyakan keinginan mereka.

"Mau makan apa Mas?"
"Ayam kerupuk (Ayam kfc ala")
"tapi mabun kan sudah masak ini"


Yang ditanya tetap menggeleng alias gak mau makan. Kalau kakaknya gak mau makan apalagi adiknya. Mereka udah kaya duo Ganteng Shalih. Eh aamiin.


Akhirnya mabun buat pilihan

Kalau mau ayam kerupuk makannya agak siangan. (di luar jam sarapan karena jam segini belum masak ayam kerupuk. Lah ayamnya aja juga belum beli)🙈


"iya Bun."
"Terus sambil nunggu ayam kalian makan apa?"

Yang ditanya diem bae. 🙈
"Makan roti mau ya?" penawaran mabun disertai lambaian roti tawar dan meses cap bintang.

Alhamdulillah langsung teriak iyeees.

Jadilah mereka sarapan roti dan menunda makan nasi. Sampai akhirnya kang sayur datang. Alhamdulillah ayamnya masih ada emang dasar rezekinya jagoan.

Lepas beli ayam jam sudah pukul 07.30
Setengah jam lagi waktunya belajar tapi ini nasib ayam bagaimana kalau ditinggal belajar?


Akhirnya ngasih pilihan lagi. Mabun masak ayam dulu ya, nanti makan terus lanjut belajar. Sekolahnya mundur.

Mas geleng-geleng sambil ketawa. Ada udang dibalik bakwan kayanya.

"Bun hari ini sekolahnya libur aja ya. Mas mau makan ayam aja. Tapi tenang mas tetep solat dhuha kok"

Mabun mikir sebentar kemudian jadi lama. Yoweslah...

Yeya! Mas akhirnya langsung cepet-cepet dhuha dan nungguin anteng sampai ayamnya mateng. Adik? Sama aja 11 12 sama Mas.

Karena minyak goreng tiris jadi goreng ayamnya dua dua. Lumayan agak lama dan total masak ayam kerupuk sekitar 45menit lebih. 

Jeng jeng jeng jeng
Begitu ayan matang langsung deh pada siap lahap. Mabun sediakan piring dan nasi mereka bebas ambil sendiri ayamnya. 

Bismillah

Akhirnya mereka makan juga. Banyak gak sedikit. Nambah lagi dan lagi.

Emang kalau lagi kepingin tuh enak kali ya.
Mabun akhirnya ikutan makan alias sarapan lagi.


Tantangan

Harus kedepankan nalar dan tidak memaksakan kehendak anak. Kalau bisa penuhi keinginan anak selama itu untuk kebaikannya kenapa enggak.


Jangan marah jangan marah jangan marah maka surga untukku.


Alhamdulillah sebelum zuhur menjelang mereka sudah siap makan siang tanpa disuruh dan diingatkan. Lepas makan mereka terbiasa langsung rebahan di kamar mendengarkan mabunnya berceloteh dan akhirnya tidur siang sehingga mabun bisa menuliskan laporan hari ini.


Alhamdulillah

Bintang mabun hari ini ⭐️⭐️⭐️

Masih harus banyak yang diperbaiki. Terutama terkait keinginan anak. Alhamdulillah anak sudah pandai menyatakan rasa dan keinginannya. Harus diapresiasi lagi dan lagi


Rencana esok semoga lebih baik lagi dari hari ini dan persiapan belajar lebih baik dan menyenangkan agar anak bersemangat meski diundur tetap mau belajar. Aamiin


#harike6
#tantangan15hari
#zona1komprod
#pantaibentangpetualang
#institutibuprofesional
#petualangbahagia



Senin, 07 September 2020

Jurnal Komprod 5: Kesepakatan

Bismillah masuk hari ke-5 praktek komunikasi produktif kali ini banyak sekali temuan dan tantangan yang dihadapi.

Dari mulai jadwal belajar yang akhirnya diroling sampai akhirnya membuat kesepakatan atas hal yang akan dilakukan. 


Komunikasi produktif sekarang dilakukan bersama jagoan shalih. InsyaAllah

Seperti biasa kami punya agenda pembelajaran dari Senin-Jumat untuk jagoan terutama Mas Nusa. Biasanya jam 8 teng kami sudah mulai salat dhuha berjamaah. Namun karena satu dan lain hal akhirnya molor dan masuk ke jam bermainnya jagoan.


Jagoan langsung aja tuh minta main dan melewatkan rutinitasnya. Mabun kasih pilihan kalau main dulu salat sama belajarnya sesudah main. Tapi kalau salat sama belajar dulu nanti mainnya bisa puas, lho.


Yah namanya juga anak-anak dikasih penambahan kata puas aja yang kebayang bagi mereka mainnya lama banget. Akhirnya jadwal salat diutamakan dulu. Alhamdulillah. 


Karena bagi mereka belajar tuh ya bermain akhirnya habis salat mabun yang roling jadwal jadi berekperimen.

Ya kami tadi bermain dengan api, air, dan udara. Untuk mengetahui bahwa api membutuhkan oksigen agar bisa menyala. Ketika lilin ditutup gelas otomatis oksigen habis sehingga api pada lilin pun padam dan membuat air terserap ke dalam gelas.


Wuih jagoan berasa itu main-main. Padahal mah belajar juga.😂😂

Lanjut Mas dan adik mengerjakan aktivitas. Mas mengenal kata sifat beserta lawannya. Misal panjang-pendek, tua-muda, kaya-miskin dsb sedangkan adik belajar menyebutkan nama hewan, jumlah, dan warnanya. Alhamdulillah.

Usia mengerjakan ragam aktuvitas dan selesai pembelajaran selama satu jam saja akhirnya masuk waktu istirahat atau main bebas.

Nah, disaat itulah mas merayu agar diizinkan membrantakin atau membongkar semua mainannya dari dalam box karena dia mau mencari mainan.


Mabun jelaskanlah bahwa kalau box mainan diberantakin itu tandanya nanti Mas harus bertanggungjawab membereskannya. 

Mas sempat mikir tuh. Akhirnya dia bersedia. 


Jeng jeng jeng

Tak butuh waktu lama akhirnya ruang tengah bentuknya kaya kapal odong-odong eh kapal gledek maksudnya. Adik mah kalau lihat berantakan seneng banget. 


Mabun sudah ingatkan, nanti kalau mainannya sudah ketemu bereskan lagi ya.

Iya, Bun.


Alhamdulillah Mas menepati janjinya dan membereskan kembali mainan ke dalam box. Meskintadi dia sempat ngeluh karena lelah namun akhirnya dia bisa bertanggungjawab atas kesepakatan yang telah dibuat. Alhamdulillah ya Allah. 


Semoga mabun masih bisa lebih sabar lagi dan lagi.


Temuan hari ini ternyata dengan kesepakatan jauh lebih enak.

Bintangku hari ini ⭐️⭐️⭐️⭐️

Wakakakkakakaka


Kapan bisa 5 ya? Kapan" dah


#harike5
#tantangan15hari
#zona1komprod
#pantaibentangpetualang
#institutibuprofesional
#petualangbahagia


Minggu, 06 September 2020

Jurnal Komprod 4

Yang pasti-pasti saja, Sayang!


Alhamdulillah masuk hari ke-4 komunikasi produktif. Kali ini mabun melakukan komprod ke Yayah.

Masa kehamilan muda adalah masa-masanya mual berat. Apalagi tubuh gak berdaya kalau sudah masuk jam asar. Kesempatan bertemu yayah di pagi dan malam hari tak ingin disia-siakan mabun

Habis salat Subuh mabun menyampaikan keinginan ke ayah untuk libur masak. Intinya sih ingin makan or jajan di luar. Tapi tahu sendirilah, Corona membuat ceritanya menjadi lain dan berbeda. Ditanya sama Yayah mau makan apa jawaban mabun katanya gak jelas dan spesifik karena hanya bilang ingin makan di luar tanpa kejelasan yang dimakan itu apa. Alias gak punya rencana.

Mabun sih dalam hati pengennya makan bubur ayam. Cuma ngomongnya males. Ternyata ngasih kode juga gak berhasil. Emng laki-laki butuh kepastian dan kejelasan. Kalau komunikasinya gini terus ujung-ujungnya nanti diem-dieman dan berakhir mabunnya ngambek.

😂😂😂😂😂😂

Baiklah akhirnya mabun mulai mengutarakan keinginan dengan malu-malu tapi jelas dan terperinci.

🤗Mabun mau makan bubur ayam.
😎Oke. Tapi dibungkus ya. Makannya di rumah.
🤗Mabunnya mau ikut (intinya pengen jalan pagi juga)
😎Yaudah oke. 
🤗Tapi gak mau pakai sterofoam, bawa tempat sendiri aja.
😎Iya terserah mabun yang penting jelas. Beli bubur ayam dibawa pulang. 
🤗Oke sip

Alhamdulillah ternyata bener ya kalau ngomongnya jelas dan gak pakai kode komunikasi lebih efektif dan gak pakai adegan ngambek gak jelas karena keinginan yang tidak diketahui suami tak terpenuhi. Wakakakkakakakakakaka


Tantangan ternyata hadir dari sendiri yang tengsin, maunya serba diketahui padahal suami bukan ahli pembaca pikiran. Sampaikan saja. Jelaskan saja insyaAllah kalau jelas, terperinci suami juga paham. Apa sih yang gak akan dilakukan suami untuk keluarganya. Bahkan dia rela menjadi pelindung keluarga yang tugasnya amatlah tak ringan. Menjauhkan diri dari api neraka. Kalau soal dibujuk minta ini itu mah gampang aja asalkan sampaikan secara terang dan jangan lupa penuhi tangki cintanya 😍

Alhamdulillah pagi tadi kesampaian makan bubur ayam. 6k seporsi rasanya nikmat ditambah sate hati. Duh endes babget

Rencana esok: semoga semakin lebih baik lagi dalam berkomunikasi dengan pasangan. Aamiin agar segala sesuatu cepat terselesaikan, cepat dijalankan, dan berakhir dengan aman damain bahagia. 

Bintangku hari ini masih ⭐️⭐️⭐️ Karena masih banyak yang harus diperbaiki lagi. 
Temuan hari ini Paksu lebih suka mabun menyampaikan sesuatu tanpa kode dan tebak-tebakan😂

#harike4
#tantangan15hari
#zona1komprod
#pantaibentangpetualang
#institutibuprofesional
#petualangbahagia


Sabtu, 05 September 2020

Jurnal Kompord 3: Jarak Menonton TV

Bismillah masuk hari ke tiga menjalankan komunikasi produktif.


Hari sabtu dan minggu kami libur sekolah-sekolah. Jadi jagoan shalih punya hak untuk menonton TV di pagi dan sore hari.


Kesempatan menonton TV tak pernah mereka sia-siakan. Selalu saja menonton acara kesukaan mabun, hayo apa?

Doraemon.

Yap, menonton Doraemon seolah menjadi kesenangan tersendiri. Baik bagi Mas, adik, maupun Mabunnya.


Tapi... Selalu saja ada tantangan yang dihadapi saat menonton TV. Apakah gerangan?


Jarak menonton yang terlalu dekat.

Sebelum TV dinyalakan saya sudah menyampaikan suatu arahan yang mengandung perintah.

"Nonton TV, jaraknya 1,5m ya. Kalau dekat-dekat konsekuensinya TVnya mabun matikan"


" jagoan pun langsung beranjak mengambil posisi jarak yang sudah mabun tandai batasnya. Alhamdulillah TV dimulai pertama kali semua sesuai dengan arahan.


Mabun mengulangi sekali lagi.

Ingat ya, jaraknya 1,5m. Biar matanya sehat.


Selain memberikan arahan mabun juga menambahkan alasan. Iya dong kalau menonton tv terlalu dekat yang ada bikin mata sakit bisa-bisa minus kaya mabun.


Mabun akhirnya tinggalkan mereka buka toko dan bebenah di ruang tamu.


Namun, jeng jeng jeng


Belum ada 15 menit dua jagoan sudah maju dan jaraknya dekat sekali dengan TV.


Alih-alih langsung menegor mabun malah bertanya. 

Kok jadi maju?
gak kedengeran bun!

Oke kita tambahkan volumenya. Mas dan adik pun mundur lagi.


Aman? Belumlah... Lepas siapkan sarapan mereka sudah kembali lagi duduk di tempat yang tidak diizinkan.


Tanpa a i u e o sesuai kesepakatan TV mabun matikan


Yahhhhhhh


lho mabun sesuai kesepakatan kan?

Mabun...minta maaf 

Biasalah mereka merengek minta maaf dan janji gak akan mengulang lagi perbutannya. 


Oke akhirnya mabun pun memberi 1 kesempatan lagi.


Alhamdulillah sampai Doreamonnya selesai mereka duduk di posisi yang sesuai pada tempatnya. Meskiiii ada mabun di sampinga.


Entah masih belum 100 persen karena komprodnya atau karena ada mabun di samping mereka yang membuat mereka bertahan. Namun sungguh bericara dengan teknik komprod benar-benar menghemat kata. Semua jadi terang dan jelas mana yang boleh dan tidak boleh bahkan dengan metode konsekuensi semua bisa berjalan dengan baik.


Salah gak tuh?

Gak tahulah

Biasanya kan pakai acara ngomel" panjang lebar kali tinggi kalau jarak mereka sudah terlampau dekat. Sekarang tidak lagi sudah mengurangi intesitas nyanyi 8 oktaf 😂😂😂😂


Oke semoga komprod selama 15 hari dan seterusnya ini bisa berjalan lancar.



#harike3
#tantangan15hari
#zona1komprod
#pantaibentangpetualang
#institutibuprofesional
#petualangbahagia

Jumat, 04 September 2020

Jurnal KomProd 2


Bismillah...
Masih belajar, terus belajar, selalu belajar.
Yap, komunikasi produktif maaih menjadi hal baru yang senantiasa dipraktekkan dalam kehidupan keluarga kecil kami. Memasuki hari kedua ternyata terkadang sebagai ibu saya masih banyak alpanya.


Seperti pagi ini saat saya tengah sibuk dengan urusan domestik, si sulung merengek minta bermain petualangan Gen Ibnu Batutah bersama saya. Saya jelaskan "Nanti dulu mainnya. Mabun sedang apa nih?" 

"masak. Tapi sekarang aja!" rengek dan saya mulai tidak konsentrasi antara menggoreng dengan menjawab rengekan jagoan.


Tarik napas sebentar, saya hembuskan. Lalu matikan kompor.

Saya kemudian sedikit berlutut agar sejajar dengan mata sang sulung. (Tidak seperti tadi sambil berdiri)


"Mas. Mabun lagi masak. Nanti setelah masak kita sarapan dan mandi ya. Lepas mandi kita main Gen Ibnu Batutah" jelas saya pelan.


"Jadi mainnya habis mandi?" 

"Iya, jadi sarapan, mandi, terus kita main" Jawab saya. Dan dia pun langsung jejingkrakan bilang horeee.


Ternyata jawaban pertama saya tentang nanti dulu tidak dimengerti anak. Jadi memang harus diperinci nantinya kapan.

Benar saja, setelah selesai masak, sarapan bersama, dan jagoan mandi lepas itu Mas menagih janjinya. Dan saya menepatinya. 

Tapi karena saya ingat sekarang hari Jumat dan waktunya lebih pendek jadi sebelum mulai kami buat kesepakatan bahwa mainnya maksimal 1 jam saja ya.

" 1 jam itu berapa menit, Bun?"
"60 menit"
"oke"


Dan benar saja selama kurang lebih 60 menit kami bermain bersama sementara adik jadi anak bawang. Begitu waktu menunjukkan pukul 10 kurang beberapa menit Mas sudah mengingatkan duluan.

"Bun sebentar lagi waktunya habis. Kita beresin sekarang aja yuk" ajak Mas.


Alhamdulillah gak pakai drama. 😂
Biasanya kalau sedang asyik bermain dan tiba-tiba dibilang waktunya sudah habis selalu saja ada gerutuan. Tapi ini dia seperti sadar waktu bahwa setelah 1 jam permainannya usai. Akhirnya kita beberes bersama.


Alhamdulillah temuan hari ini sampaikan segala sesuatu dengan jelas dan rinci. Usahakan ketika menyampaikan  memandang mata anak lekat-lekat dan dalam posisi sejajar pegang pundaknya kalau perlu agar anak paham.


Sebenarnya dari pagi menjelang agak siang komunikasi produktif antara mabun dan Mas lancar jaya. Hanya saja ketika benar-benar menjelang siang di saat mabunnya sudah mulai agak mual sementara Mas dan Adik tidak mau menjalankan makan siangnya sebagaimana mestinya mabun keluar juga esmoninya 🙈


Wes nggak apa, mulai diperbaiki lagi. Satu hal tantangannya adalah saat mulai lelah, lapar, dan mual kadang nalar tidak mudah untuk dikedepankan. Sementara semua diurusin sendirian. Ya Allah maafkanlah hambamu ini.


Terlebih tadi ada adegan Mas menumpahkan semangkuk es.... Harusnya mabun fokus pada solusi. Tapi berhubung lelah tetep pakai acara ngomelnya 🙈 meski memang Mas tidak sengaja menumpahkannya dan dia segera mengelap tumpahan tersebut. Mas sudah baik dan benar mabunnya masih Te Tot semoga besoj mabun masih bisa bersabar lagi terutama di jam-jam mual yang tidak mudah untuk dihindari tuk rebahan saja 🙈


Jadi hari ini bintangnya ⭐️⭐️⭐️


Jeng jeng jeng

Semoga besok stok sabarnya kian besar dan memang lebih baik diam daripada ngomel karena malah tambah mual. Ending dari kesemuanya sebelum tidur siang kami maaf-maafan. Alhamdulillah nikmat ya Allah.

Terima kasih telah melimpahkan nikmat beruoa anak-anak hebat dan baik hati dalam kehidupan hamba. Semoga Engkau senantiasa memampukan hamba dalam mendidik mereka semua. Aamiin aamiin aamiin


Alhamdulillah

Mabun NusaNTara

#harike-1
#tantangan15hari
#zona1komprod
#pantaibentangpetualang
#institutibuprofesional
#petualangbahagia


Kamis, 03 September 2020

Jurnal Komprod 1

Bismillah setelah belajar tentang Materi Komunikasi Produktif baik kepada dirinsendiri, pasangam, anak, maupun keluarga akhirnya masuk ke sesi tantangan.


Semoga bisa konsisten menjalankan tantangan selama 15 hari ke depan.
Kali ini komprod yang saya lakukan objeknya ke diri sendiri dan anak-anak.


Tantangan yang saya hadapi adalah anak-anak yang tak lain dan tak bukan adalah jagoan Nusa N Tara suka sekali melempar-lempar mainan. Pertama yang suka melempar adiknya. Lalu sang kakak malah ikut-ikutan.


Berkali-kali saya ingatkan jangan melempar mainan. Namun mungkin komunikasi yang saya gunakan kurang efektif dan produktif. Karena saya menyampaikannya kebanyakan bumbu alias panjang lebar dan bertele-tele.


Aha, karena kemarin sudah belajar komprod saya mengusahakan berpikir dulu bagaimana caranya agar saya bisa menyampaikan pesan kepada dua jagoan agar mereka bisa menerima pesan saya dengan baik. 


Setelah saya berpikir barulah saya sampaikan kalimat efektif secara terang atau jelas, singkat, lugas dan mudah dipahami anak.

"Mabun nggak suka kalau Mas sama adik lempar-lempar mainan. Kalau kena kan sakit"

"Mabun minta tolong banget, Mas sama Adik jangan lempar-lempar mainan ya, kalau kena sakit."


Saya sampaikan kalimat itu berulang-ulang dengan bahasa yang halus sambil membelai-belai mereka. Biasanya kan pakai esmoni tingkat kecamatan apalagi kalau sudah riweh. Alhamdulillah sekali 2 kali diberitahu dengan tatapan mata dan ekspresi penug cinta seketika itu juga dua jagoan minta maaf 😂😂😂.


Alhamdulillah.


Meski beberapa jam kemudian mereka ingin melakukan lempar-lempar mainan lagi tapi Mas nya tiba-tiba inget dan kasih tahu adiknya. 


"Jangan lempar-lempar mainan dek, kata mabun kalau kena kita nanti sakit"


Alhamdulillah... Masnya udah paham. Kalau adiknya masih setengah-setengah. Kadang ingat kadang khilaf 😂


Tapi satu hal yang saya sadari ternyata memang jika ingin menyampaikan sesuatu dengan bahasa yang lembut sampainya ke mereka akan lebih enak. 


Biasanya saya kalau menyatakan rasa tidak suka atau tidak boleh senantiasa dikemas dengan intonasi tinggi dan kalau hilaf mata pakai acara mau keluar segala 🙈


Semoga saya bisa konsisten dan selalu ingat untuk menyampaikan pesan dengan kalimat yang jelas dan bahasa yang lembut dan menyenangkan. InsyaAllah anak akan paham.


Oh iya satu lagi temuan yang saya temui ketika akan belajar bersama si sulung. Selalu saja Mas tidak menyiapkan peralatan belajarnya secara lengkap. Misal hanya sedia pensil tanpa penghapus. Jadi ketika ada kesalahan yang dibuat saya selalu terus bertanya penghapusnya mana? Dan Mas akan menjawab Gak tahu 🙈


Akhirnya saya mencoba memulai komunikasi produktif. Sebelum memulai pelajaran kami terbiasa dhuha berjamaah. Setelah salat dhuha saya mengingatkan mas untuk menyiapkan peralatan belajarnya.


"Mas siapakan alat tulisnya lengkap ya. Semuanya ada di tempat pensil kan. Nanti kalau sudah selesai dikembalikan lagi ke tempatnya".


Alhamdulillah hari ini saat belajar dia sudah siapkan alat tulisnya lengkap. Jadi saya tak perlu tanya-tanya lagi dimana alat tulisnya macam penghapus dll.


Alhamdulillah memang harus jelas, lugas, dan optimis juga agar pesan yang saya sampaikan dapat diterima dengan baik. Alhamdulillah.

Semoga besok saya lebih terbiasa menggunakan komunikasi produktif lagi. Aamiin ternyata dengan komunikasi produktif bisa menghemat energi dan kata-kata. 


Bintang saya hari ini 
⭐⭐⭐⭐


Alhamdulillah masih ada yang harus diperbaiki lagi. Belum bisa bilang sempurna karena masih belajar.

Khusus untuk adik karena usianya 2 tahun jadi memang harus lebih ekstra lagi. 



#harike-1
#tantangan15hari
#zona1komprod
#pantaibentangpetualang
#institutibuprofesional
#petualangbahagia

Rabu, 02 September 2020

KomProd Bunsay

Api Unggun komunikasi produktif
Oleh Kakawi : Tri Putri Yuniart dan Achya Nausatika
31 AGUSTUS 2020
Notulis: Reisa Dara 
Komunikasi Produktif (zona 1)

Komunikasi dilakukan oleh beberapa orang. Terkadang sesuatu yang disampaikan tidak diterima oleh baik oleh penerima. Jadi kita harus mengolah komunikasi jadi komunikasi produktif
Pesan yang disampaikan diterima dengan lawan bicara dan menghasilakan sestu sesuai tujuan.
Menyampaikan pesan dengan baik dengan mentransfer rasa kepada lawan bicara.
Tantangan dalam komunikasi produktif
Komunikasi dengan diri sendiri (misal berbiaca dengan diri sendiri yang merasa tidak bisa berkomunikasi dengan baik). Istilahnya mental block. Pemilihan diksi mampu membangitkan energy agar komunikasi bias berjalan dengan baik. Mengubah mindset pada diri dengan membicarakan hal-hal yang positif. Berpikir positif teruatama pada diri menjadi kunci.

(bagaimana pola komunikasi efektif dengan orangtua
Tetap menghilangkan mental block, belajar menggunakan diksi yang baik pada orangtua, dengan menghormati ortu. 

Kita sering kali dalam berkomunikasi terdapat tantangan misal respon dari lawan bicara tidak sesuai dengan yang kita inginkan. Caranya memberikan jeda pada diri sendiri, telaah fakta, dan mendengarkan dan mencari respon terbaik dari si penerima. Lalu lanjutkan komunikasi.

Menggunakan konsep teko menuangkan sesuai isinya. Isilah diri kita dengan hal-hal positif agar kata-kata yang kita buat juga positif banyak yang bias dilakukan dengan cara membaca buku. Komunikasi produktif merupakan proses panjang yang terus dipelajari sampai menemukan formula yang tepat.

Tantangan bagi orang yang LDM terkait komunikasi dengan cara membuat program rutinitas berkomunikasi sesuai jam dan durasi yang ditentukan di waktu yang tepat

Menerapkan bahasa cinta yang dipenuhi verbal, sentuhan, dsb. Penuhi dan pupuk cintanya dulu agar komunikasi bias lebih produktif.

Tantangan: banyakin mengobrol, berbagi kebahagiaan bercerita dengan energi yang positif.



Respon orang lain adalah fakta yang kita terima dengan mengendalikan pikiran kita,beri kata-kata positif pada diri kita, jangan terlalu ddengarkan apa kata orang karena kita tidak bias mengendalikan omongan orang lain.

Gunakan teknik saklar pikiran dengan menitipkan hal-hal yang kita pikirkan dan belum selesai  melalui tulisan

Komunikasi produktif mampu mengembangkan hobi ngobrol yang positif.



Kakawi Tika

Komunikasi produktif bersama pasangan
Suami istri berasal dari budaya dan latarbelakang yang berbeda dan perlu dipahami bahwa 
1. suami adalah orang yang butuh kepastian. Sampaikan sesuatu yang jelas. Maunya apa. Inginnya apa?
2.Komunikasi dengan pasangan perlu sesuatu yang jelas dan waktu yang tepat.
Pasangan LDM butuh komunikasi yang jelas dengan cara membuat perjanjian dan menentukan pilihan waktu yang tepat kapan waktunya berkomunikasi. 
3.Gesture mempengaruhi komunikasi
4.Memastikan mata kita terfokus hanya pada suami
5.Selesaikan masalah sampai tuntas

Komunikasi dari dua kepala yang berbeda ketika ada dalam suatu masalah kedeankan nalar dibanding emosi. Jeda dulu pada saat emosi agar kita bias berikir apa yang bias kita lakukan.


Berkomunikasi bersama anak
Unik karena kita berbicara dengan sosok yang pandai mengkopi apa yang kita lakukan. Sampaikan dengan jelas kesalahannya apa dan memperhatikan emosi. Berikan jeda pada ddiri agar intonasi yang disampaikan tepat
Sampaikan apa yang kita inginkan : contoh 
Fokus pada solusi ketika anak melakukan kesalahan. Maka anak akan lebih berpikir lebih logis
Fokus pada masa depan
Senantiasa menyemangati anak dengan kata Bisa. Karena anak terlahir baik dan harus gunakan kata-kata yang baik. Pisahkan antara sosoknya terkait apa yang kita puji.
Contoh
Ibu bangga banget sama prestasi kamu (pujian)
Ibu tidak suka kamu berbicara seperti itu (kritik)
Focus pada prilaku.

Nasehat dan refleksi masa lalu.
Contoh: Dulu ibu juga pernah seperti ibu, ibu menyesal dan tidak akan mengulanginya
Mengalihkan perasaan dengan empati (kamu gagal tak apa nanti bias dicoba lagi)
Mengganti perintah dengan pilihan dulu.
Kak sebentar lagi mandi. Mau makan dulu atau mandi

Tantangannya
Anak tidak tahu apa yang kita mau. Tapi kita memahami apa yang anak kita inginkan dan tidak memaksa keinginan kita.


Gesture yang baik
Gesture yag baik saat mata kita dan suami sejajar atau berhadapan.

Jujurlah dengan anak bahwa apa yang diterapkan di rumah bisa juga tidak diterapkan orang lain. Perlu banyak komunikasi. Missal sampaikan dengan jelas bahwa 

Anak laki-laki tidak perlu kalimat yang panjang “ibu ingin kamu bersihkan mainan” di usia 4 tahun anak memang difase ego ingin dipahami dan diperhatikan.

Menjelaskan konsep nanti atau tunggu
Jika usia 5 tahun konsep nanti dan tunggu memang anak belum paham. 

Ke web bahasa kasih ada kuisoner terkait bahasa cinta kita dan bahasa cinta suami.
www.5lovelanguages.com

Biarkan anak berkreasi
Sebelum tidur ngobrol bareng anak flashback apa yang sudah dilakukan dengan memberikan pujian