Sabtu, 31 Oktober 2020

Membersihkan Sarang Laba-Laba

Bismillah, Masuk tantangan hari ke-3 zona 3 dengan masih mengusung Tema Aku Sahabat Terbaikmu, saat malam kami sudah merencanakan untuk melakukan project bersih-bersih langit-langit rumah.


Alhamdulillah usul tersebut disepakati Mas karena dia ternyata juga merasa risih lihat sarang laba-laba di kamarnya banyak.


Jadilah pagi ini kami mengerjakan hal yang direncanakan. Sesuai rencana kami mengerjakan bersih-bersih tersebut sekitar pukul 09.30. 

Sebelumnya mabun pinjam sapu ajaib dulu milik Uti yang super duper tinggi. Jeng jeng jeng

Begitu lihat sapu unik 2 jagoan berebut. Sebelum drama terjadi mabun pastikan mereka melakukan antre dan suit. Alhamdulillah dengan suka rela mereka bergantian memakai sapu ajaib.


Pertama Mabun mencontohkan dulu gimana caranya. Lanjut Mas membersihkan area kamar dibantu oleh adik. Alhamdulillah kegiatan bersih-bersih langit-langit rumah selesai tak sampai 30 menit. 


Waktu ditanya gimana perasaannya mereka jawab seneng banget dan merasa keren dengan sapu yang super tinggi tersebut.


Giliran mabun deh bersih-bersi dan nyapu bagian bawah. Alhamdulillah kerja sama ini membuahkan hasil yang bisa dinikmati keluarga. 😆



Hari ini prosentase keberhasilan proyek 100%

😍😍😍😍😍


Mabun super duper bahagia karena merasa terbantu dan jagoan merasa bahagia karena proyek yang direncanakan semalam mampu diselesaikan dengan baik dan semangat luar biasa.

Sebagai reward hari ini mabun memperbolehkan 2 jagoan jajan makanan. 

#harike3
#tantangan15hari
#zona3cerdasemosidanspiritual
#pantaibentangpetualang
#institutibuprofesional
#petualangbahagia
#familyproject
#sahabatterbaik

Jumat, 30 Oktober 2020

Aku Sahabat Terbaikmu: Membuat Kartu Ucapan

Bismillah masuk tantangan hari ke dua zona 3 kali ini proyek keluarga yang kami buat adalah membuat kartu ucapan ulang tahun yayah.

30 Oktober ini yayah ultah ke 39 tahun. Alhamdulillah masih diberi kesempatan untuk senantiasa berbuat baik dan bermanfaat bagi orang lain. Karena kami memang gak biasa merayakan akhirnya berniat buat kartu ucapan untuk yayah

Rencana ini sudah di susun saat malam hari dan paginya tepat pukul 9.30-10.30 kami eksekusi.


Aktual dan kendala
Pagi tadi kami sudah menyiapkan aneka kertas origami, kardus bekas, gunting, lem, dan beng-beng sebagai jajanan pelengkap.

Alhamdulillah Mas menerima dengan senang hati tugas menggunting dan menempel. Namun kendala yang kami temui adalah lem kertas tidak bisa dibuka. Padahal baru beli. Akhirnya melipir sebentar ke yayah minta tolong lemnya dibukain. 

Niat hati yayahnya gak tahu kalau kami lagi bebikinan kartu ucapan ultah. Tapi kami malah minta bantuan. Untung yayah tetep gak tahu.

Tugas Mabun mewarnai karena Mas Nusa gak passion. Mas juga bertugas menuliskan kata selamat ulang tahun. Wow meski bentuknya aneh tapi tetep saja harus diparesiasi. Tadinya mau gambar mukanya yayah berhubung gambarnya kaya badut akhirnya gak jadi 😆

Refleksi
Alhamdulillah tadi semuanya berjalan dengan lancar dan baik. Meski sedikit ribut karena adik rebutan pengen imutan gunting-gunting dan Mas tiba-tiba terdistrak sama tamia akhirnya kartu ucapan ultah selesai sebelum yayah datang.

Begitu yayah datang kami sempat berpantun dulu. Karena mas Nusa lagi senang berpantung menggunakan kata bekasi. Padahal ke bekasi aja belum pernah.

Beli karcis ke stasiun
Yayah selamat ulang tahun



Paling enak makan mie
Belinya jauh ke bekasi
Ini hadiah dari kami
Cukup sekian dan terima kasih



Proyek berjalan 98% alhamdulillah

😍😍😍😍😍😍


Semoga proyek esok berjalan dengan baik dan kami bisa benar-benar bersahabat baik. Sejujurnya saat proyek berlangsung kami menjalankannya dengan perasaan hepi. Namun entah kenapa di siang hari esmoni tak bisa dibendung karena hampir terjadi sesuatu oleh adik yang disebabkan oleh Mas. 


Ya Allah sedih rasanya belum bisa jadi ibu yang baik dan benar.

#harike2
#tantangan15hari
#zona3cerdasemosidanspiritual
#pantaibentangpetualang
#institutibuprofesional
#petualangbahagia
#familyproject
#sahabatterbaik

Kamis, 29 Oktober 2020

Proyek Keluarga (Membersihkan Kamar Depan)


Bismillah, memasuki tantangan zona tiga dihari pertama ini mabun sebelumnya berdiskusi dengan Nusa 5y.


Karena temanya menjadi sahabat terbaik mabun pilih kegiatan utama ini bersama Nusa meskinadik juga tetap terlibat dalam kegiatan.


Alhamdulillah sebelum mulai eksekusi malamnya kami diskusi dulu. Kami tulis apa saja yang akan kami lakukan pada selembar kertas.


Memang zona ini tepat banget buat mabun dan Nusa yang kadang suka tidak akur dan tidak bersahabat. 😆 sering ribut karena kami berdua setipe dan sama-sama keras kepala.

Rencana yang kami lakukan di hari kamis 29 Oktober 2020 adalah Membersihkan kamar depan.


Yap kamar depan sesungguhnya adalah kamar Nusa. Namun karena belum ada kasur dan peralatan belajar jadinya kamar itu bak gudang untuk menaruh cucian kering yang bersih. Karena mabun lagi tahap males jadinya cucian bersih menumpuk. Oleh karena itu rencana bebenah kamar depan dijadikan projek keluarga kali ini.


Alhamdulillah mas sepakat dengan tugas yang dibagi dalam tulisan berikut.


Aktual dan kendala
Dalam perencanaan kami menuliskan dimulai pukul 09.00 sampai dengan pukul 10.30 pagi. Namun rencana baru bisa berjalan pukul 09.15 karena satu dan lain hal. 


Meski demikian hal itu tidak menyurutkan niat kami untuk menyelesaikan tepat waktu.

Alhamdulillah karena projek ini berasa main jadi semua berjalan seru dan menyenangkan sesuai rencana. Apalagi bagian sorting baju. Ternyata baju yang paling banyak menjadi milik mas sekitar 32 baju. Sedangkan baju adik paling sedikit 19 baju.


Mas Nusa menjalankan peran dan jobdesknya dengan baik. Meski di pertengahan perjalanan dia mengeluh karena capek. Namun karena semangat yang sudah dijalankan akhirnya berhasil selesai tepat dipukul 10.25.


Alhamdulillah


Refleksi
Sepertinya memang mengerjakan projek ini tidak harus selesai hari ini juga. Jadi butuh waktu panjang. Namun, karena mabun gak suka setengah-setengah akhirnya bersih juga semuanya.


Mas Nusa juga senang ketika bagian hitung menghitung baju. Alhamdulillah. Proyek ini berjalan 98% dengan 2% angot-angotan di tengah perjalanan sekitar 2 menit namun akhirnya kelar.


😃😃😃😃😃

#harike1
#tantangan15hari
#zona3cerdasemosidanspiritual
#pantaibentangpetualang
#institutibuprofesional
#petualangbahagia
#familyproject
#sahabatterbaik

Minggu, 25 Oktober 2020

Give Away

MaasyaaAllah Alhamdulillah

Senang sekali rasanya mabun di tahun ini bisa banyak ikutan GA. Bahkan beberapa diantaranya menang. Kalau kata Adit sih keberuntungan yang betah sama mabun. Meski kalau kata mabun ini rezekinya jagoan dan keluarga.


Alhamdulillah yang awalnya ikutan GA hanya sekadar iseng-iseng berhadiah. Sekarang jadi suatu strategi yang memiliki target.


Dulu dalam sebulan bisa menang satu sampai dua kali aja rasanya bahagia banget. Sekarang alhamdulillah setiap bulan rutin dapat langganan menang GA.

Awalnya mabun gak pernah target. Sekarang sampai punya misi ingin menang sampai 100 GA, tantangan, lomba atau apapunlah.


Desember 2020 jadi bulan akhir dari jumlah target yang ingin mabun wujudkan.
Dulu waktu masih menang di angka 25 rasanya target 100 kemenangan tidaklah mudah. Namun Allah Maha Baik dan Pemurah. Saat ini di bulan Oktober sudah 89 kemenangan yang mabun dan keluarga dapatkan.


Alhamdulillah alhamdulillah alhamdulillah

Nikmat mana yang mau didustakan gak ada!


Semoga Allah senantiasa melancarkan rezeki keluarga kami lewat jalan apapun aamiin.


Dari semua GA dan tantangan yang mabun ikutin. Ada satu lomba yang mabun menangin namun hadiahnya tak kunjung dikirim. Belum ding. Alasannya dari pihak penyelenggaranya yang tidak mudah diajak koordinasi.

Padahal hadiah itu untuk saat ini menjadi hadiah terbesar yang mabun dapatkan. Dan tentunya Mas Nusa sebagai sang pemainnya.

Yap! Kami dapat tabungan pendidikan 2 juta rupiah tapi hadiahnya entah kapan akan cairnya. Semoga Allah segera memberi kelancaran dan kemudahan bagi pihak pengelenggara untuk mencairkan hadiah kami sebagai para pemenang. Aamiin

Karena beberapa pemenang sudah berkali-kali dm mabun dan menanyakan perihal hadiah. Dan jawaban pihak penyelenggara tetap sama agar kami senantiasa bersabar. Semoga sabar ini buahnya akan manis. Allahuma aamiin aamiin aamiin ya Rabbal Alamiin

Yowes cerita tentang GA sekian dulu ya nanti disambung lagi. Semoga target 100 GA bisa tercapai. Aamiin

Jumat, 23 Oktober 2020

Wanareja

Sudah beberapa kali kau datang lewat mimpi. 


Menjelma menjadi seorang pegawai sekaligus anak kuliahan semester akhir plus gojek sebagai sambilan.


Saat aku pulang dari rumah Pram itulah hari pertama kita bertemu. Pram menyuruhku pulang karena orangtuanya ternyata tak setuju dengan hubungan yang ingin bermuara ke jenjang pernikahan.

Saat itu duniaku gelap. Bahkan aku tak sadar bahwa kau jadi pengemudi dan mengantarkanku pulang.


Begitu sampai rumah, bukannya kau segera pergi tapi malah justru ikut masuk. Bersamalam dengan orangtuaku dan ternyata kaulah pegawai baru di sana.


Saat rasa sakitku memuncak kau justru tertawa. Mencoba berbagai cara memancing senyum yang sudah lama kusembunyikan dalam ketidak pastian.




Wanareja!
Begitulah kau memperkenalkan diri dan terbiasa memanggilku dengan sebutan Mbak.



Hari itu hari pertama aku tiba di rumah mama setelah berbulan-bulan melanglangbuana di Jogja. Dan tangisku pecah juga di hadapanmu saat mama pergi sebentar untuk mengambil pensiun bersama adikku. 


Kau cerita ngalor ngidul tak karuan di saat aku tak mau mendengar semuanya. Namun pada akhirnya suara perutku memecah keheningan yang kuciptakan dan aku malu sendiri.

Dengan segera kau ke dapur dan memasakan telur ceplok untukku saat aku tahu bahwa meja makan di rumah mama kosong. 

Wanareja kau baik sekali. Terima kasih kataku saat itu dan langsung menyantap habis sepiring nasi hangat dan telur yang kau siapkan.

Keesokan harinya aku ikut denganmu ke kampusmu yang juga kampusku beberapa tahun lalu. Sebelumnya aku sudah ada janji dengan sahabatmu yang menjadi dosen di sana.

"Pulangnya aku tungguin Mbak" Ujarmu kala itu dan aku mengiyakan. 

Cukup lama aku berbincang dengan Rina. Dan obrolan kami tak jauh-jaub dari Pram. Tangisku pecah lagi dan kau tiba-tiba muncul di hadapanku.

"Udah Mbak, ayok pulang" Antara kesal karena merasa pembiacraanku diganggu namun malu karena kau memergokiku menangis lagi akhirnya aku menyudahi perbincanganku dengan Rina siang itu.

Sepanjang perjalanan aku diam sementara kau terus bercerita tentang skripsimu yang sama sekali tak menarik buatku.


Wanareja!
Sore itu saat kau mengajakku makan siomay di tempat langgananmu sejujurnya aku tak mengiyakan ajakanmu. Namun diamku ternyata menjadi jawaban tersendiri bagimu yang berarti iya.

Entah ada apa denganmu. Sepanjang menikmati siomay kau terdiam tak banyak bicara seperti biasanya. Dan itu justru membuatku mulai berbicara bertanya ini itu padamu. 


Dan berbincang denganmu ternyata asyik juga. Hai Wanareja kau berhasil membuatku tertawa. Bahkan karena aksi konyolmu yang menantangku bermain tebak gaya kala itu.


Wanareja! Membicarakanmu hari ini kumulai. Dengan maksud dan tujuan agar kau senantiasa datang lagi ke mimpiku. Berbagi kisah yang dulu gak pernah kutuliskan. Kau lelah sepertinya dalam hayal saja hingga mengetuk-ketuk alam bawah sadarku dan membuatku pada akhirnya menuliskan mu.


With love
Anggia


Reisa Dara Rengganis

Selasa, 20 Oktober 2020

Dear Amurwa (Alras Zona Kemandirian)

Aliran Rasa
Bismillah setelah kemarin menantang diri sendiri dan ananda Amurwa selama 15 hari untuk dituliskan alhamdulillah saatnya berbagi aliran rasa juga kini.
Adik, kebiasaan untuk membuang sampah sendiri ke tempat sampah sebenarnya tidaklah sulit namun membiasakan untuk selalu peduli minimal terhadap sampahnya sendiri itu ternyata yang tidak mudah. Awalnya di hari 1-5 mabun pikir akan berhasil dengan mudah. Namun, apatah! Di hari ke-6 adik sepertinya tidak bersemangat.

Menjaga rasa semangat dan memulai lagi dari awal harus ditangguhkan dengan tepat dan jangan sampai padam. Mabub mengusahakan, mengarahkan, menggunakan aneka strategi yang bermacam-macam sampai terkadang lelah juga. Berhasil belumnya? Namun alhamdulillah hari demi hari terus berjalan dan sedikit demi sedikit progers itu terasa.

Biasanya Adik malas-malasan bahkan menggeleng kalau tak mau namun sekarang ini rasanya semua jauh lebih mudah. Ketika disodorkan sampahnya dengan bergegas adik berlari menuju tempat sampah dan membuangnya. Alhamdulillah. Meski 15 hari tantangan yang dituliskan sudah usai namun sejatinya melatih kemandirian adik tetap setia berjalan sampai nanti.

Rencana ke depan mabun mau membiasakan adik untuk makan sendiri. Meski tantangannya tak mudah namun mabun yakin adik pasti bisa dan kita pasti bisa. Semangat ya adik! Sesemangat Mabun yang meskipun yakin setor 15 tulisan ternyata yang tersubmit hanya 14 😂.

Semua itu ada bagian dari seklumit takdir yang harus dijalani dengan sepenuh hati. Karena kalau bukan kita siapa lagi. Perjalanan kita masih panjang. Sebenarnya gak hanya adik saja yang perlu dilatih kemandiriannya. Mabun, mas, dan yayah pun masih harus dilatih kemandiriannya namun dalam ranah yang berbeda.  Semoga keluarga kita senantiasa kompak dan bersemangat menjalani hari dan kehidupan yang hanya senda gurau dan permainan belaka ini. Aamiin.

Ayo kita main yang serius!

Dua zona sudah kita lewati dan masih terus kita pelajari. Semoga kita bisa menyelesaikan 12 zona dengan sebaik-baiknya. Allahuma aamiin
With love
Reisa Dara Rengganis
Teruntuk ananda Amurwa Angkasa Tara yang suka dibilang Ultramen. Semoga kita semua diberi kesehatan dan kebahagiaan dunia akhirat. Aamiin
#aliranrasabundasayang
#petualangansobatualangzona2
#melatihkemandiriandiridanananda

Kamis, 15 Oktober 2020

Adik Tak Mau Buang Sampah Orang Lain

Hari ini adalah tantangan hari kelima belas belas yang harus ditulis setelah diaplikasikan. Melatih kemandirian anak saya fokuskan untuk anak kedua, yakni Amurwa Angkasa Tara yang saat ini berusia 2 tahun. 



Bismillah, masih berkaitan dengan membuang sampah pada tempatnya.

Temuan :

Hari ini Alhamdulillah banget kalau buang sampahnya sendiri sudah biasa. Tapi ada temuan baru nih. Ternyata oh ternyata adik gak mau kalau dimintai tolong buang sampahnya orang lain. Misalnya nih sampah bekas masnya. Heheheh

 
Mabun semakin yakin dan percaya kalau adik Amurwa sudah aware dengan sampahnya sendiri. Tapi ternyata adik hanya fokus pada sampahnya sendiri. Kalau sampahnya orang lain dia sama sekali tidak bersemangat membuangnya. Mungkin karena ngerasa itu bukan punya dia kali ya. Bukan bekas dia maksudnya 😂😂😂😂

Strategi

Hari ini strateginya mengenalkan bahwa sampah siapa saja kalau adik lihat usahakan untuk membuangnya ke tempat sanpah.


Suksesku hari ini

Alhamdulillah  adik sudah otomatis membuang sampahnya tapi tidak untuk sampah yang bukan berasal dari dirinya.

Tantanganku hari ini

Alhamdulillah tantangan hari ini mengenalkan sampah orang lain yang harus dibuang juga.

Rencana hari esok
Sepertinya masih fokus ke sampah

Perasaanku hari ini

Alhamdulillah perasaanku hari ini bahagia.

Perasaan adik hari ini
Perasaan adik hari ini bingung.

Yeay! Masih panjang jalan ini semoga konsisten menulis aamiin aamiin aamiin 



Alhamdulillah  bisa konsisten selama 15 hari dan terus berlanjut guna melatih kemandirian Adik. Aamiin

Ya Allah semoga pencapaian hari ini senantiasa menjadi kemajuan kalau tidak bisa minimal konsisten karena rasanya bahagia sekali Adik sudah peduli dengan sampahnya. Mabun merasa 15 hari ini benar-benar perjuangan. Meski kata orang sepele tapi menurut mabun tidak begitu. Ini persoalan menjaga kebersihan lingkungan diri. Semangat terus Mabun dan tentu Adik

Terima kasih banyak
Ini kisah Mabun NusaNTara

#harike15
#tantangan15hari
#zona2kemandirian
#pantaibentangpetualang
#institutibuprofesional
#petualangbahagia

Rabu, 14 Oktober 2020

Adik terbiasa buang sampahnya sendiri

Hari ini adalah tantangan hari keempat belas yang harus ditulis setelah diaplikasikan. Melatih kemandirian anak saya fokuskan untuk anak kedua, yakni Amurwa Angkasa Tara yang saat ini berusia 2 tahun. 



Bismillah, masih berkaitan dengan membuang sampah pada tempatnya.

Temuan :

Hari ini Alhamdulillah banget. Seperti biasa adik minum susu kotak dan camilannya. Sudah langsung dibuang ke tempat sampah. Begitu pula dengan bungkus eskrimnya. Alhamdulillah sepertinya memang sudah berhasil. Sudah tidak ada lagi drama. 

Mabun semakin yakin dan percaya kalau adik Amurwa sudah aware dengan sampahnya sendiri. Tak perlu lagi pengingat untuk membuang sampahnya ke tempat sampah karena otomatis dia sudah melalukan itu hampir di kesehariannya dan tidak hanya sekali namun berkali-kali.

Strategi

Strateginya tak banyak karena adik sudah paham di mana harus membuang sampahnya.


Suksesku hari ini

Alhamdulillah  adik sudah otomatis membuang sampahnya sendiri tanpa diingatkan, tanpa diminta. MaaSyaaAllah keren. Pokoknya sekarang hari-hari jadi terasa lebih ringan karena salah satu kebiasaan baik sudah adik jalankan.

Tantanganku hari ini

Alhamdulillah tidak ada tantangan yang berarti. 


Rencana hari esok

Belajar kemandirian baru. Misal meletakan baju kotornya ke cucian kotor tanpa disuruh


Perasaanku hari ini

Alhamdulillah perasaanku hari ini bahagia.

Perasaan adik hari ini
Perasaan adik juga bersemangat sekali

Yeay! Masih panjang jalan ini semoga konsisten menulis aamiin aamiin aamiin 



Alhamdulillah semoga bisa konsisten selama 15 hari dan terus berlanjut guna melatih kemandirian Adik. Aamiin

Ya Allah semoga pencapaian hari ini senantiasa menjadi kemajuan kalau tidak bisa minimal konsisten karena rasanya bahagia sekali Adik sudah peduli dengan sampahnya. Mabun merasa 14 hari ini benar-benar perjuangan. Meski kata orang sepele tapi menurut mabun tidak begitu. Ini persoalan menjaga kebersihan lingkungan diri. Semangat terus Mabun dan tentu Adik

Terima kasih banyak
Ini kisah Mabun NusaNTara

#harike14
#tantangan15hari
#zona2kemandirian
#pantaibentangpetualang
#institutibuprofesional
#petualangbahagia

Selasa, 13 Oktober 2020

Bolehkah Kukatakan Aku Berhasil?

Hari ini adalah tantangan hari ketiga belas yang harus ditulis setelah diaplikasikan. Melatih kemandirian anak saya fokuskan untuk anak kedua, yakni Amurwa Angkasa Tara yang saat ini berusia 2 tahun. 



Bismillah, masih berkaitan dengan membuang sampah pada tempatnya.

Temuan :

Hari ini MaaSyaaAllah banget. Seperti biasa adik minum susu kotak dan camilannya. Namun mabun gak ngeh habis minum dan makan camilan dia pergi ke mana. 

Mabun tanyakan mana sampahnya. Alhamdulillah dia jawab,"Udah adek buang ke tempat sampah." Lalu dia ngeloyor pergi. Karena mabun sedikit gak percaya mabun pun bergegas lihat ke tempat sampah. Benar saja di sana ada kotak susu bekas dan plastik camilan. Alhamdulillah boleh kah Mabun bilang sudah berhasil?


Strategi

Hari ini strateginya hanya bertanya dimana sampahnya? Alhamdulillah ternyata sudah berada di tempat sampah dan sesuai.

Suksesku hari ini

Alhamdulillah  adik sudah otomatis membuang sampahnya sendiri tanpa diingatkan, tanpa diminta. MaaSyaaAllah keren

Tantanganku hari ini

Alhamdulillah tidak ada tantangan yang begitu berat tapi ternyata rasa percaya mabun terhadap adik masih belum besar. InsyaAllah mulai sekarang akan memberikan kepercayaan yang besar dan penuh padanya perihal sampah.

Rencana hari esok

Kalau ternyata ini sudah dikatakan berhasil rencananya mabun akan tambahkan kemandirian baru untuk adik. Tapi kalau besok belum yang ini terus berjalan dulu.


Perasaanku hari ini

Alhamdulillah perasaanku hari ini bersemangat buanget

Perasaan adik hari ini
Perasaan adik juga bersemangat sekali

Yeay! Masih panjang jalan ini semoga konsisten menulis aamiin aamiin aamiin 



Alhamdulillah semoga bisa konsisten selama 15 hari dan terus berlanjut guna melatih kemandirian Adik. Aamiin

Ya Allah semoga pencapaian hari ini senantiasa menjadi kemajuan kalau tidak bisa minimal konsisten karena rasanya bahagia sekali Adik sudah peduli dengan sampahnya. Mabun merasa 13 hari ini benar-benar perjuangan. Meski kata orang sepele tapi menurut mabun tidak begitu. Ini persoalan menjaga kebersihan lingkungan diri. Semangat terus Mabun dan tentu Adik

Terima kasih banyak
Ini kisah Mabun NusaNTara

#harike13
#tantangan15hari
#zona2kemandirian
#pantaibentangpetualang
#institutibuprofesional
#petualangbahagia

Senin, 12 Oktober 2020

Yeay! Adik Pinter

Hari ini adalah tantangan hari kedua belas  yang harus ditulis setelah diaplikasikan. Melatih kemandirian anak saya fokuskan untuk anak kedua, yakni Amurwa Angkasa Tara yang saat ini berusia 2 tahun. 



Bismillah, masih berkaitan dengan membuang sampah pada tempatnya.

Temuan :

Hari ini setelah bangun tidur adik langsung ngemil biskuit kegemarannya. Alhamdulillah satu biskuit selai strawbery habis. Mabun pun memberikan sampah pelastiknya. Karena baru bangun jadi dia sedikit malas-malasan. Tapi, alhamdulillah begitu diingatkan lagi dengan membuat tanggannya menggenggam sampah plastik adik langsung beranjak dari rasa malasnya dan meluncur berjalan ke tempat sampah. Alhamdulillah berhasil. Adik Pinter!



Strategi

Hari ini strateginya tidak banyam hanya mengibgatkan dengan menyodorkan sampah ke genggaman tangannya dan adik sudah paham sampahnya harus dibuang kemana


Suksesku hari ini

Alhamdulillah  adik mau membuang sanpah  bekas camilannya tanpa perlu disuruh. Dia sudah paham kemana arah mabun maksud.


Tantanganku hari ini

Alhamdulillah tidak ada tantangan yang begitu berat tetap harus memberikan sampah ke tanggannya agar dia bergerak menuju tempat sampah meski sebelumnya agak malas-malasan namun berhasil. Yey!


Rencana hari esok

Tetap dongs membiasakan adik untuk membuang sampahnya sendiri ke tempat sampah semoga berhasil.


Perasaanku hari ini

Alhamdulillah perasaanku hari ini bersemangat 

Perasaan adik hari ini
Perasaan adik juga bersemangat

Yeay! Masih panjang jalan ini semoga konsisten menulis aamiin aamiin aamiin 



Alhamdulillah semoga bisa konsisten selama 15 hari dan terus berlanjut guna melatih kemandirian Adik. Aamiin



Terima kasih banyak
Ini kisah Mabun NusaNTara

#harike12
#tantangan15hari
#zona2kemandirian
#pantaibentangpetualang
#institutibuprofesional
#petualangbahagia

Minggu, 11 Oktober 2020

Cuss Langsung Buang

Hari ini adalah tantangan hari kesebelas  yang harus ditulis setelah diaplikasikan. Melatih kemandirian anak saya fokuskan untuk anak kedua, yakni Amurwa Angkasa Tara yang saat ini berusia 2 tahun. 



Bismillah masih berkaitan dengan membuang sampah pada tempatnya.

Temuan :

Hari ini seperti biasa setiap habis sarapan adik dan Mas langsung ngemil. Awalnya adik cuek lihat sampah bekas camilannya. Namun begutu Mabun berikan sampahnya adik langsung bergegas berjalan menuju tempat sampah tanpa ba bi bu be bo dan membuangnya. Alhamdulillah


Strategi

Hari ini strateginya tidak berlebihan hanya sekadar mengingatkan adik dengan menyodorkan sampah miliknya dan adik sudah paham sampahnya harus dibuang kemana


Suksesku hari ini

Alhamdulillah  adik mau membuang sanpah  bekas camilannya tanpa perlu disuruh. Dia sudah paham kemana arah mabun maksud.


Tantanganku hari ini
Alhamdulillah tidak ada tantangan yang begitu berat tetap harus memberikan sampah ke tanggannya agar dia bergerak menuju tempat samapah namun tanpa disuruh lagi. Yeya!


Rencana hari esok

Tetap membiasakan adik untuk membuang sampahnya sendiri ke tempat sampah semoga berhasil.


Perasaanku hari ini

Alhamdulillah perasaanku hari ini bersemangat 

Perasaan adik hari ini
Perasaan adik juga bersemangat

Yeay! Masih panjang jalan ini semoga konsisten menulis aamiin aamiin aamiin 



Alhamdulillah semoga bisa konsisten selama 15 hari dan terus berlanjut guna melatih kemandirian Adik. Aamiin



Terima kasih banyak
Ini kisah Mabun NusaNTara

#harike11
#tantangan15hari
#zona2kemandirian
#pantaibentangpetualang
#institutibuprofesional
#petualangbahagia

Sabtu, 10 Oktober 2020

Buang Sampah Es krim

Hari ini adalah tantangan hari kesepuluh  yang harus ditulis setelah diaplikasikan. Melatih kemandirian anak saya fokuskan untuk anak kedua, yakni Amurwa Angkasa Tara yang saat ini berusia 2 tahun. 



Bismillah masih berkaitan dengan membuang sampah pada tempatnya.

Temuan :

Hari ini mabun dan yayah meninggalkan 2 jagoan di rumah aja karena harus pergi kondangan. Mabun sampaikan ke Mas nanti kalau dirasa lama silakan ke Uti bersama Adik di belakang rumah. Nanti pulangnya mabun belikan es krim. Alhamdulillah mereka mengiyakan. 

Begitu pulang dan memberikan es krim kepada dua jagoan dengan serta merta adik langsung minta dibukakan esnya. Seperti biasa mabun menyerahkan sampah eskrim milik adik.

Dan alhamdulillah adik langsung bergegas membuangnya


Strategi

Hari ini strateginya tidak berlebihan hanya sekadar mengingatkan adik dengan menyodorkan sampah miliknya dan adik sudah paham sampahnya harus dibuang kemana


Suksesku hari ini

Alhamdulillah  adik mau membuang sanpah plastik bekas eskrimnya tanpa perlu disuruh. Dia sudah paham kemana arah mabun.


Tantanganku hari ini

Hari inu meninggalkan anak dua di rumah saja sebenarnya terpaksa karena kondangan dan situasi corona belum kelar. Mau gak mau ada kompensasi yang diberikan untuk dua jagoan karena gak ikut tanpa drama. Alhamdulillah es krim bisa jadi solusi


Rencana hari esok

Tetap membiasakan adik untuk membuang sampahnya sendiri ke tempat sampah semoga berhasil.


Perasaanku hari ini

Alhamdulillah perasaanku hari ini bersemangat 

Perasaan adik hari ini
Antusias sekali

Yeay! Masih panjang jalan ini semoga konsisten menulis aamiin aamiin aamiin 



Alhamdulillah semoga bisa konsisten selama 15 hari dan terus berlanjut guna melatih kemandirian Adik. Aamiin



Terima kasih banyak
Ini kisah Mabun NusaNTara

#harike10
#tantangan15hari
#zona2kemandirian
#pantaibentangpetualang
#institutibuprofesional
#petualangbahagia

Jumat, 09 Oktober 2020

Adik menyatakan tidak mau

Hari ini adalah tantangan hari kesemnilan yang harus ditulis setelah diaplikasikan. Melatih kemandirian anak saya fokuskan untuk anak kedua, yakni Amurwa Angkasa Tara yang saat ini berusia 2 tahun. 



Bismillah masih berkaitan dengan membuang sampah pada tempatnya.

Temuan :

Adik terlihat tidak bersemangat sama sekali. Ketika diingatkan dia menyatakan tidak mau membuang sampahnya. Ketika ditanyakan dia bilang tidak apa-apa dan malah menyuruh mabun saja. 






Strategi

Hari ini strateginya pakai sounding dan rayuan. Kalimat tentang dampak tidak membuang sampah di tempat sampah tidak mempan awalnya. Namun setelah dibujuk rayu dia mau juga meski terlihat malas-malasan.


Suksesku hari ini

Alhamdulillah  adik mau membuang sanpah plastik bekas camilannya namun dengan cara rayuan lagi. Setelah sebelumnya dia bilang tidak mau dan malah menyuruh mabun yang buang sampahnya. Dengan malas-malasan dia pergi juga menuju tempat sampah. 




Tantanganku hari ini

Hari ini adik terlihat malas membuang sanpahnya sendiri buktinya beberapa sampahnya tergeletak begitu saja.


Rencana hari esok

Tetap membiasakan adik untuk membuang sampahnya sendiri ke tempat sampah semoga berhasil.


Perasaanku hari ini

Alhamdulillah perasaanku hari ini bersemangat meski adik tidak
Perasaan Adik Amurwa Hari ini

Bingung dan ogah-ogahan


Yeay! Masih panjang jalan ini semoga konsisten menulis aamiin aamiin aamiin 



Alhamdulillah semoga bisa konsisten selama 15 hari dan terus berlanjut guna melatih kemandirian Adik. Aamiin



Terima kasih banyak
Ini kisah Mabun NusaNTara

#harike9
#tantangan15hari
#zona2kemandirian
#pantaibentangpetualang
#institutibuprofesional
#petualangbahagia

Kamis, 08 Oktober 2020

Semangat Adik!

Hari ini adalah tantangan hari kedelapan yang harus ditulis setelah diaplikasikan. Melatih kemandirian anak saya fokuskan untuk anak kedua, yakni Amurwa Angkasa Tara yang saat ini berusia 2 tahun. 



Bismillah masih berkaitan dengan membuang sampah pada tempatnya.

Temuan :

Alhamdulillah hari ini adik mau membuang sampahnya sendiri dengan segera dan tentu pengingatan dari mabun.






Strategi

Hari ini strateginya pakai sounding bahwa sampah harus dibuang ke tempat sampah. 


Mengarahkan tempat sampahnya di dalam (karena posisinya lagi di luar aka. Halaman rumah saat itu)

Suksesku hari ini

Alhamdulillah  adik mau membuang sanpah plastik bekas camilannya. Dia berusaha mencari tempat sampah saat posisi di luar dan berjalan ke dalam rumah. Berhasil




Tantanganku hari ini

Hari ini adik tetep perlu di sounding untuk membuang sampah dan mencari tempat sampahnya di dalam rumah


Rencana hari esok

Tetap membiasakan adik untuk membuang sampahnya sendiri ke tempat sampah


Perasaanku hari ini

Alhamdulillah perasaanku hari ini bersemangat.

Perasaan Adik Amurwa Hari ini

Adik bersemangat karena langsung bergegas mencari

Yeay! Masih panjang jalan ini semoga konsisten menulis aamiin aamiin aamiin 



Alhamdulillah semoga bisa konsisten selama 15 hari dan terus berlanjut guna melatih kemandirian Adik. Aamiin



Terima kasih banyak
Ini kisah Mabun NusaNTara

#harike8
#tantangan15hari
#zona2kemandirian
#pantaibentangpetualang
#institutibuprofesional
#petualangbahagia

Rabu, 07 Oktober 2020

Merayu Adik

Hari ini adalah tantangan hari ketujuh yang harus ditulis setelah diaplikasikan. Melatih kemandirian anak saya fokuskan untuk anak kedua, yakni Amurwa Angkasa Tara yang saat ini berusia 2 tahun. 



Bismillah masih berkaitan dengan membuang sampah pada tempatnya.

Temuan :

Hari ini setelah adik makan jajan dia tidak serta merta langsung buang sampah ke tempat sampah. Malah kaya sengaja buang di kasur bikin Mabunnya bertanya-tanya.


Yang ditanya cuma ketawa-ketawa. Mungkin tahu dia lagi dilatih biar mandiri tapi dia gak mau. 




Strategi

Hari ini strateginya pakai rayuan. Iya mengalahkan rayuan pulau kelapa. Merayu adik untuk membuang sampah tidaklah mudah. Akhirnya dikasih pilihan.

Adik buang sampah ke tempat sampah atau buang dikasur nanti digigit semut?


Suksesku hari ini

Alhamdulillah  meski harus dirayu dan diberi pilihan akhirnya dia beranjak juga membawa sampahnya ke tempat sampah. Sekalinya masukin belum tepat di tempat sampahnya sehingga harus dua kali itu pun kayanya dia disengaja🙈








Tantanganku hari ini

Hari ini adik butuh rayuan dan diberikan pilihan. Alhamdulillah meski demikian namun misi berhasil


Rencana hari esok

Tetap membiasakan adik untuk membuang sampahnya sendiri ke tempat sampah


Perasaanku hari ini

Alhamdulillah perasaanku hari ini bersemangat.

Perasaan Adik Amurwa Hari ini

Adik sedikit bersemangat karena harus pakai rayuan🙁


Yeay! Masih panjang jalan ini semoga konsisten menulis aamiin aamiin aamiin 



Alhamdulillah semoga bisa konsisten selama 15 hari dan terus berlanjut guna melatih kemandirian Adik. Aamiin



Terima kasih banyak
Ini kisah Mabun NusaNTara

#harike7
#tantangan15hari
#zona2kemandirian
#pantaibentangpetualang
#institutibuprofesional
#petualangbahagia

Selasa, 06 Oktober 2020

Hanya dilirik

Hari ini adalah tantangan hari keenam yang harus ditulis setelah diaplikasikan. Melatih kemandirian anak saya fokuskan untuk anak kedua, yakni Amurwa Angkasa Tara yang saat ini berusia 2 tahun. 


Temuan :

Hari ini ada yang berbeda. Adik entah kenapa seperti kurang bersemangat. Padahal kemarin dia seperti sudah enjoy eh hari ini dia seperti ambyar. Sampah hanya dilirik doang. Sampai akhir ya diingatkan baru dia bergerak mengambil sampahnya dengan bermalas-malasan lalu membuangnya ke tempat sampah. Itupun tak masuk 🙁



Strategi

Hari ini strateginya lebih diingatkan lagi tentang menjaga kebersihan terutama sampah milik sendiri sendiri. Karena adik yang makan mau gak mau adik harus bertanggungjawab biang sampahnya. 


Suksesku hari ini

Alhamdulillah  meski harus diingatkan dulu dan sedikit bermalas-malasan akhirnya adik membuang sampahnya juga. 






Tantanganku hari ini

Hari ini adik seperti tidak bersemangat. Entah karena cuaca yang mendung dan hujan membuat dia males bergerak atau gimana. Tapi begitu diingatkan dia bergerak juga meski tetap gak mood.

Rencana hari esok

Tetap membiasakan adik untuk membuang sampahnya sendiri ke tempat samapah


Perasaanku hari ini

Alhamdulillah perasaanku hari ini sedikit bersemangat karena tadinya kupikir setelah 5 hari berhasil ternyata belum tuntas juga.

Perasaan Adik Amurwa Hari ini

Adik terlihat kurang semangat karena males-malesan 🙁


Yeay! Masih panjang jalan ini senoga konsisten menulis aamiin aamiin aamiin 



Alhamdulillah semoga bisa konsisten selama 15 hari dan terus berlanjut guna melatih kemandirian Adik. Aamiin



Terima kasih banyak
Ini kisah Mabun NusaNTara

#harike6
#tantangan15hari
#zona2kemandirian
#pantaibentangpetualang
#institutibuprofesional
#petualangbahagia

Senin, 05 Oktober 2020

Adik Hebat

Hari ini adalah tantangan hari kelima yang harus ditulis setelah diaplikasikan. Melatih kemandirian anak saya fokuskan untuk anak kedua, yakni Amurwa Angkasa Tara yang saat ini berusia 2 tahun. 


Temuan :

Alhamduliah hari ini Amurwa sudah terbiasa membuang sampahnya ke tempat sampah. Bahkan jika dia lihat sampah muncul inisiatifnya untuk membuang sampah ke tempat sampah. 

Yeay!



Strong why 

Agar anak mandiri dan disiplin terhadap lingkungannya terutama dalam menjaga kebersihan.

Kalau Amurwa sudah terbiasa membuang sampahnya sendiri harapannya kelak dia akan tumbuh jadi generasi yang peduli lingkungan. Minimal lingkungan sekitarnya.



Strategi

Hari ini strateginya gak banyak macam hari sebelumnya mungkin karena sudah jadi kebiasaan. Alhamdulillah lancar jaya di hari ke lima ini.

Suksesku hari ini

Alhamdulillah  sekarang Adik sudah sadar diri dengan sampahnya. 

Meski ia tetap saja seolah mengaharap apresiasi berupa pemberian tepuk tangan atau acungan 2 jempol.




Tantanganku hari ini

Semoga hari ini akan berjalan dengan penuh kebaikan-kebaikan dan kemandirian yang positif sebagaimana hari selanjutnya


Rencana hari esok

Adik sudah sadar kebersihan diri minimal sampahnya sendiri.

Perasaanku hari ini

Alhamdulillah perasaanku hari ini senang

Perasaan Adik Amurwa Hari ini

Alhamdulillah Adik terlihat sudah terbiasa dan semangat.



Yeay! Masih panjang jalan ini senoga konsisten menulis aamiin aamiin aamiin 



Alhamdulillah semoga bisa konsisten selama 15 hari dan terus berlanjut guna melatih kemandirian Adik. Aamiin



Terima kasih banyak
Ini kisah Mabun NusaNTara

#harike5
#tantangan15hari
#zona2kemandirian
#pantaibentangpetualang
#institutibuprofesional
#petualangbahagia

Minggu, 04 Oktober 2020

Mabun Adik Mau Buang Sampah dulu

Hari ini adalah tantangan hari keempat yang harus ditulis setelah diaplikasikan. Melatih kemandirian anak saya fokuskan untuk anak kedua, yakni Amurwa Angkasa Tara yang saat ini berusia 2 tahun. 


Temuan :

Alhamduliah hari ini Amurwa setiap selesai makan camilan dia bergegas membuang sampahnya dan laporan " Mabun... Adik udah selesai buang sampahnya"


Laporan macam ini menandakannsatu hal. Apakaha itu? Tak lain dan tak bukan adalah bentuk apresiasi yeay!


So?

Mabun pun keprok-keprok bilang Alhamdulillah dan hore lalu dua tangan memberikan tanda jempol untuk adik.


Strong why 

Agar Amurwa terbiasa menjaga kebersihan diri dan lingkungannya. Dimulai dari kebiasan sederhana dulu dengan membuang sampah pada tempat sampah. 

Kalau Amurwa sudah terbiasa membuang sampahnya sendiri harapannya kelak dia akan tumbuh jadi generasi yang peduli lingkungan. Minimal lingkungan sekitarnya.



Strategi

Hari ini strateginya langsung kepada pemberian apresiasi berupa kata-kata positif. Alhamdulillah berhasil 🤗


Suksesku hari ini

Alhamdulillah  sekarang gak perlu diingatkan. Begitu sampah diberikan di tangannya, Adik bergegas membuang sampahnya

Dan begitu selesai dengan misinya untuk membuang sampah ke tempat sampah adik akan laporan 😂


Tantanganku hari ini

Semoga hari ini akan berjalan dengan penuh kebaikan-kenaikan dan kemandirian yang positif sebagaimana hari selanjutnya


Rencana hari esok

Semoga Adik sudah mandiri buang sanpah di tempat sampah meski bukan sampah dari dirinya. 

Tetap memberikan apresiasi dalam hal kata-kata positif


Perasaanku hari ini

Alhamdulillah perasaanku hari ini bahagia. Lucu juga dia.

Perasaan Adik Amurwa Hari ini

Alhamdulillah Adik terlihat bahagia pula Alhamdulillah.

Yeay! Masih panjang jalan ini senoga konsisten menulis aamiin aamiin aamiin 



Alhamdulillah semoga bisa konsisten selama 15 hari dan terus berlanjut guna melatih kemandirian Adik. Aamiin

Terima kasih buat keluarga kecil yang ikut bersemangat membuat adik berlatih mandiri menjaga kebersihan. Terima kasih banyak sepupu yang sudah mendukung.


Terima kasih banyak
Ini kisah Mabun NusaNTara

#harike4
#tantangan15hari
#zona2kemandirian
#pantaibentangpetualang
#institutibuprofesional
#petualangbahagia

Sabtu, 03 Oktober 2020

Sepupu Datang Adik Riang

Hari ini adalah tantangan hari ketiga yang harus ditulis setelah diaplikasikan. Melatih kemandirian anak saya fokuskan untuk anak kedua, yakni Amurwa Angkasa Tara yang saat ini berusia 2 tahun. 


Temuan :

Alhamduliah hari ini Amurwa kedatangan saudara sepupunya. Ternyata apresiasi dan dukungan dari para sepupu bisa membuat Amurwa bersemangat membuang sampah di tempat sampah yeay!


Kebetulan para sepupu bawa banyak sekali camilan buat jagoan. Seperti biasa apa saja yang ada di hadapan selalu langsung minta dibuka sama adik. Makan ini makan itu dan mabun tanpa bicara langsung menyerahkan sampah ke tangan adik. Otomatis adik langsung berjalan menuju tempat sampah. Yeay!


Strong why 

Agar Amurwa terbiasa menjaga kebersihan diri dan lingkungannya. Dimulai dari kebiasan sederhana dulu dengan membuang sampah pada tempat sampah. 

Kalau Amurwa sudah terbiasa membuang sampahnyabsendiri harapannya kelak dia akan tumbuh jadi generasi yang peduli lingkungan. Minimal lingkungan sekitarnya.



Strategi

Mengarahkan dengan cara Sounding terus menerus agar Amurwa mau membuang sampahnya di tempat sampah.

Meminta seluruh anggota keluarga untuk senantiasa mengingatkan Amurwa. Tidak boleh merasa kasihan dengan membuangkan sampahnya Adik meski dia anak paling kecil saat ini. 

Alhamdulillah keluarga juga antusias dengan ikut memberikan tepuk tangan semangat sebagai tanda apresiasi karena adik berhasil membuang sampahnya ke tempat sampah.

Terlebih hari ini dapat bantuan semangat dari para sepupu jadi Adik semakin bergairah untuk menunjukkan kemampuan buang sampahnya 🤗



Suksesku hari ini
Alhamdulillah  sekarang gak perlu diingatkan. Begitu sampah diberikan di tangannya, Adik bergegas membuang sampahnya



Tantanganku hari ini

Adik semakin bersemangat jika banyak sokongam dukungan dari para rekan sepupu. Nanti kalau sepupunya pulang semoga semangat itu terus menyala



Rencana hari esok

Semoga Adik sudah mandiri buang sanpah di tempat sampah meski bukan sampah dari dirinya.


Perasaanku hari ini

Alhamdulillah perasaanku hari ini bahagia. Hari ini alhamdulillah dia mau membuang sampahnya ke tempat sampah 


Perasaan Adik Amurwa Hari ini

Alhamdulillah Adik terlihat bersemangat. Alhamdulillah.

Yeay! Masih panjang jalan ini senoga konsisten menulis aamiin aamiin aamiin 



Alhamdulillah semoga bisa konsisten selama 15 hari dan terus berlanjut guna melatih kemandirian Adik. Aamiin

Terima kasih buat keluarga kecil yang ikut bersemangat membuat adik berlatih mandiri menjaga kebersihan. Terima kasih banyak sepupu yang sudah mendukung.


Terima kasih banyak
Ini kisah Mabun NusaNTara

#harike3
#tantangan15hari
#zona2kemandirian
#pantaibentangpetualang
#institutibuprofesional
#petualangbahagia

Jumat, 02 Oktober 2020

Itu Sampahnya, Dek!

Hari ini adalah tantangan hari kedua yang harus ditulis setelah diaplikasikan. Melatih kemandirian anak saya fokuskan untuk anak kedua, yakni Amurwa Angkasa Tara yang saat ini berusia 2 tahun. 


Temuan :

Amurwa senantiasa meletakkan sampahnya tergeletak begitu saja. Setelah selesai makan camilan atau jajan dia jarang membuang sampah pada tempatnya, tempat sampah. Jadi saya mengajak dia untuk membuang sampah terutama bekas jajanannya di tempat sampah.


Hari ini selagi bangun tidur Amurwa langsung makan camilan favoritnya biskuit. Seperti biasa bungkusnya masih tergeletak diam disampingnya begitu saja 😂. Lalu saya tunjuk, Dek... Itu sampahnya.

Alhamdulillah dia senyam senyum dan paham. Dia ambil bekas bungkusan camilannya dan berjalan menuju tempat sampah di dapur. 

Sudah dibuang, Bun ujarnya dan saya bilang Hebat yeay! Tepuk tangan.



Strong why 

Agar Amurwa terbiasa menjaga kebersihan diri dan lingkungannya. Dimulai dari kebiasan sederhana dulu dengan membuang sampah pada tempat sampah. 


Strategi

Mengarahkan dengan cara Sounding terus menerus agar Amurwa mau membuang sampahnya di tempat sampah.

Meminta seluruh anggota keluarga untuk senantiasa mengingatkan Amurwa. Tidak boleh merasa kasihan dengan membuangkan sampahnya Adik meski dia anak paling kecil saat ini. 

Alhamdulillah keluarga juga antusias dengan ikut memberikan tepuk tangan semangat sebagai tanda apresiasi karena adik berhasil membuang sampahnya ke tempat sampah.

Suksesku hari ini
Alhamdulillah Amurwa mau membuang sampah di tempat sampah hanya dengan diingatkan dan ditunjuk sampahnya dia langsung paham ke mana arah pembicaraan dan tujuan mabun.

Tantanganku hari ini

Memang tak dipungkiri tak serta merta auto langsung buang sampah. Harus ditunjuk dulu namun ada peningkatan dari pada kemarin.

Rencana hari esok
Tetap melatih kemandirian Amurwa agar dia terbiasa dan terlatih untuk menjaga kebersihan lingkungan rumah dengan membuang sampahnya sendiri. Semoga esok hari sudah jadi terbiasa tidak selalu diingatkan. 


Perasaanku hari ini

Alhamdulillah perasaanku hari ini bahagia. Hari ini alhamdulillah dia mau membuang sampahnya ke tempat sampah meski harus ditunjuk sampahnya dulu.

Perasaan Adik Amurwa Hari ini

Alhamdulillah Adik terlihat bersemangat. Buktinya begitu diingatkan dia segera bergegas mengambil sampah dan berjalan menuju tempat sampah lalu membuang sampahnya. Alhamdulillah.

Yeay! Masih panjang jalan ini senoga konsisten menulis aamiin aamiin aamiin 



Alhamdulillah semoga bisa konsisten selama 15 hari dan terus berlanjut guna melatih kemandirian Adik. Aamiin

Terima kasih buat keluarga kecil yang ikut bersemangat membuat adik berlatih mandiri menjaga kebersihan.


Terima kasih banyak
Ini kisah Mabun NusaNTara

#harike2
#tantangan15hari
#zona2kemandirian
#pantaibentangpetualang
#institutibuprofesional
#petualangbahagia

Kamis, 01 Oktober 2020

Kemandirian Amurwa 2y

Melatih kemandirian Anak

Bismillah akhirnya masuk Zona ke-2 Kelas Bunda Sayang. Hari ini adalah tantangan pertama yang harus ditulis setelah diaplikasikan. Melatih kemandirian anak saya fokuskan untuk anak kedua, yakni Amurwa Angkasa Tara yang saat ini berusia 2 tahun. 

Temuan :

Amurwa senantiasa meletakkan sampahnya tergeletak begitu saja. Setelah selesai makan camilan atau jajan dia jarang membuang sampah pada tempatnya, temapat sampah. Jadi saya mengajak dia untuk membuang sampah terutama bekas jajanannya di tempat sampah

Strong why 

Agar Amurwa terbiasa menjaga kebersihan diri dan lingkungannya. Dimulai dari keviasan sederhana dulu dengan membuang sampah pada tempat sampah. 


Strategi

Mengarahkan dengan cara Sounding terus menerus agar Amurwa mau membuang sampahnya di tempat sampah.

Meminta seluruh anggota keluarga untuk senantiasa mengingatkan Amurwa. Tidak boleh merasa kasihan dengan membuangkan sampahnya Adik meski dia anak paling kecil saat ini. 

Suksesku hari ini
Alhamdulillah Amurwa mau membuang sampah di tempat sampah meski masih diingatkan.

Tantanganku hari ini

Adik Amurwa bergegas membuang sampahnya ketika diingatkan untuk membuang sampah bekas susu kotaknya.

Rencana hari esok
Tetap melatih kemandirian Amurwa agar dia terbiasa dan terlatih untuk menjaga kebersihan lingkungan rumah dengan membuang sampahnya sendiri. Semoga esok hari sudah jadi terbiasa tidak selalu diingatkan. 
Perasaanku hari ini

Alhamdulillah perasaanku hari ini bahagia meski belum 100 persen. Biasanya Adik tak mudah diarahkan untuk membuang sampahnya sendiri. Hari ini alhamdulillah dia mau membuang sampahnya ke tempat sampah meski harus diingatkan terlebih dahulu.

Perasaan Adik Amurwa Hari ini

Alhamdulillah Adik terlihat bersemangat. Buktinya begitu diingatkan dia segera bergegas mengambil sampah dan berjalan menuju tempat sampah lalu membuang sampahnya. Alhamdulillah.

Yeay! Masih panjang jalan ini senoga konsisten menulis aamiin aamiin aamiin 



Alhamdulillah semoga bisa konsisten selama 15 hari dan terus berlanjut guna melatih kemandirian Adik. Aamiin

Terima kasih buat keluarga kecil yang ikut bersemangat membuat adik berlatih mandiri menjaga kebersihan.


Terima kasih banya
Ini kisah Mabun NusaNTara

#harike1
#tantangan15hari
#zona2kemandirian
#pantaibentangpetualang
#institutibuprofesional
#petualangbahagia