Minggu, 31 Mei 2020

Belajar dari Bundanya Para Ulama



Alhamdulillah hati bahagia sekali ketika diinfokan menang hadiah GA tentang Ibunda Para Ulama. 



Ternyata dibalik suksesnya semua ulama ada sosok ibu yang memiliki peran penting di belakangnya. 



Mabun jadi tahu tentang kehidupan Asma, Ummu Sulaim yang ternyata begitu berperan penting dalam mendidik buah hati mereka sehingga menjadikan anak-anak mereka pecinta Allah dan rasullullah shalallhualaihi wasalam.



Seorang ibu benar-benar menjadi pondasi awal dalam kehidupan anak-anaknya. Merekalah yang jadi madrasah pertama buah hatinya. 



Jikalah kita melihat anak-anak yang shalih dan sukses dalam kehidupan dunia bahkan akhirat tentu peran Ibulah yang paling utama.




Meski buku ini covernya begitu sederhana namun sungguh isinya daging semua. Mabun jadi belajar hadist lagi. Alhamdulillah

Jumat, 15 Mei 2020

Dinda

"Din... kalau kamu sudah menikah nanti. Kamu tinggal sama mama ya. Di sini." Ujar mama lalu mendekatkan badannya ke arahku. Aku tersenyum mendengar keinginannya. Antara ingin mengiyakan atau tidak. Sementara kondisiku seperti ini.




"Kalau Dinda menikah ya Ma..." Ujarku begitu saja. Aku kemudian membuka peniti-peniti pada jilbabku.




"Pastilah kamu menikah. Mama saja yakin! Masa kamu enggak?" Mama bersemangat mengeluarkan kata-katanya. 




Oh Allah... jika saja ada orang yang mau menerima kondisiku seperti ini.





"Dinda, kamu sendiri selama ini yang selalu meyakinkan mama bahwa betapa sayangnya Allah sama kita. Mama yakin Allah sayang sekali sama mama dan kamu. Dan percayalah Allah pasti sudah mempersiapkan seseorang yang akan menerima kamu apa adanya. Teruslah berdoa, Nak. Yakinlah kalau doa-doa yang kita panjatkan akan dikabulkan oleh Allah." Ujar mama meyakinkan. 




"Aamiin Insha Allah Ma" Ujarku sesaat lalu tersenyum memeluk mama. Mama kemudian meninggalkanku di kamar. Sebelum masuk ke kamar mandi untuk mengambil air wudu aku memandang diriku di dalam cermin. Seorang gadis berkursi roda dengan senyum yang terhias di wajahnya menatapku.

Selasa, 12 Mei 2020

Syukur? kuy lah, Lur!



Apakah syukur itu ada batasnya?
Sepertinya tidak! Sama seperti sabar dia tak berbatas dan tak terukur.



Benarkah syukur sebabkan makmur? Iyaaa dong pastinya! Allah sendiri sebagai penjaminnya. Jika kau bersyukur akan nikmatku maka akan kutambah jika tidak maka ingatlah azabku amatlah pedih. Kalau kita senantiasa bersyukur sudah barang tentu Allah Subhanahu wa Ta'ala akan meningkatkan rezeki kita lagi dan lagi. Ingat, rezeki tak melulu perkara materi. Sehat juga bagian dari rezeki bahkan segala sesuatu yang kita nikmati pun rezeki.


Syukur jauhkan kufur?
Pastinya dong. Orang yang senantiasa bersyukur tentu selalu merasa cukup dengan apa yang sudah dimiliki atau dirasakannya. Alhamdulillah


Syukur jujur yang mujur. Otomatis! Syukur itu bagian dari kejujuran hati. Hati yang senantiasa jujur sudah barang tentu akan mujur. 


Syukur? Kuy lah, Sedulur





@reisarengganis

Senin, 11 Mei 2020

Bersyukurlah



Sampai dimana letak syukur kita
Sudahkah meninggikannya setinggi angkasa
Sudahkah meluaskannya seluas samudra
Sudahkah menjangkau aneka rupa
Sudahkah terbiasa kepada sesama


Atau?


Masihkah kita bertanya
Dimana syukur kita berada
Masihkah kita mencari
Hal apa yang akan kita syukuri
Masihkah kita menimbang
Antara kebaikan dan keburukan


Mungkinkah kita lupa
Bahkan justru sering alpa
Akan nikmat ketika berucap
Bahkan mengingat Dia di kala penat



Syukurku masih kurajut
Kutiti bak tali temali
Kuhamparkan hingga sampai jalan ilahi
Agar ridhoNya senantiasa menyertai


Aamiin

Puasa berpuisi

Jumat, 08 Mei 2020

Amurwa 2 Tahun

Alhamdulillah tgl 7 kemarin Adik Amurwa genap usia 2 tahun. Alhamdulillah di usia 2 ini Adik sudah selesai disapih dan dinyatakan lulus toilet training. Mabun senang plus bahagia karena mudah sekali proses menyapih dan TT dilakukan. 



Meski di Usia 2 ini artikulasi bicaranya belumlah sempurna namun Adik suka banget baca buku dan cerita. Kocaknya lagi Adik suka banget nyiptain lagu. Lagu terbaru adik adalah 

"I Maiss... I mais-mais" 
Lagunya kocak bin ajaib.


Alhamdulillah juga tepat di hari ultah Adik kemarin mabun menang hadiah GA baju koko. Gantian setelah Mas Nusa adik juga kebagian rezeki oleh Allah Subhanahu wa Ta'ala.



Rezeki emang gak akan pernah tertukar alhamdulillah.



Semoga Allah senantiasa melimpahkan nikmat bagi keluarga kita aamiin.


Oh iya Mabun buatkan kue bolu milo kesukaan adik dengan taburan meses berwarna warni. Adik lahap makannya. Sayangnya sampai detik ini adik belumlah mau memakan buah. Buah apapun termasuk kurma. 



Semoga semakin bertambahnya umur semakin bertambah shalih dan cerdas juga. Aamiin