Sabtu, 29 Juni 2019

Jualan Pulsa

[29/6 15.14] reisa dara: Jualan pulsa

Beuh kalau denger dua kata itu rasanya mau senyam senyum sendiri. Banyak suka dukanya menjalani profesi sebagai penjual pulsa.

Beuh... Emang sejak kapan jual pulsa? Sejak zaman kuliah kurleb waktu masuk semester 3

[29/6 15.14] reisa dara: Penjual pulsa itu untungnya menurut saya gak banyak. Misal nih harga 10ribu. Harga aslinya 10.750 Dia jual 12ribu berarti untungnya cuma 1250.

Nah waktu itu masih awam tergiur org yg ngiming" pulsa murah. Pulsa 10rb harganya 8500. Wuih tergiur tapi kok rada was" akhirnya nyoba ikutan nyaldo 50k

[29/6 15.14] reisa dara: Sukanya apa? Banyak! bisa nolongin diri sendiri, nolongin orang, bikin silahturahmi panjang (apalagi yang beli enak tinggal sms) dulu mah blm ada WA biasa sms. Bbm aja baru eksis pas semester 6an.
Bayarnya nanti klo udah ketemuan di kampus 😆.

Dukanya? Juga banyak. Ya itu kadang diutang tapi ditagihnya tak mudah.

[29/6 15.14] reisa dara: untungnya saya yang termasuk disiplin dan galak 😆 jadi sebelum ditagih semua langsung bayar sendiri. Eh tapi ada juga sih yang bayarnya luama bgt. Udah ky debt colector nyari" orang di kansas (kantin sastra)

[29/6 15.14] reisa dara: Ternyata, saldo beneran masuk 50k. Tapi begitu transaksi sekali, jualin 10k pulsa tau" saldo hangus gitu aja. Ternyata saya kena tipu. Habis itu udah gak tertarik dg iming" pulsa murah itu nipu...
Balik lagi ke jualan pulsa dg harga standar biasa

[29/6 15.14] reisa dara: Sampai suatu ketika ketemu sm penjual pulsa yg udah gede bgt. Tanya" kok bisa jual pulsa 10k dg harga 11. Dia jawab enteng.

Saya ambil untung 100-250perak. Tapi, kan dikali berapa ratus yg beli di dia. Mantapppp

[29/6 15.14] reisa dara: Pedagang itu ngajarin saya mengurangi keuntungan. Sedikit aja ngambilnya tapi kali banyak. (kaya owner NM)

Akhirnya saya pun ikutanlah. Makanya saya berani jual 11,5k. Beda 500 sm toko lainnya yg biasa jual 12. 😆

Sampai sekarang masih jual pulsa 🙈 nolong diri sendiri krn butuh pulsa token dan para tetangga.
Btw pulsa redy yaaa😆😉

Senin, 03 Juni 2019

Dia?

"Gimana menurutmu, cakep nggak?" Lista berbisik di telingaku. Pandangannya fokus pada seorang laki-laki yang sedang duduk manis di taman Rumah Sakit tempat kami terapi.

"Lumayan" Ujarku jujur. Lelaki yang dijatuhi rasa oleh Lista memang terlihat oke. Badannya tinggi semampai, potongan rambut ala Rayi Ran dua senti terlihat pas dengan bentuk wajahnya yang oval. Kulitnya putih bersih dan yang menjadi nilai plusnya hidungnya mancung bak artis India.

Lelaki itu kemudian berdiri. Tangannya mengambil sesuatu dari saku jaketnya. Ia mengeluarkan semacam tongkat kecil lalu menariknya hingga menjadi panjang. Tongkat itu menyentuh tanah taman. Lelaki itu pun melangkah pasti dengan tongkat yang meraba tanah. Tongkat itu sebagai panduan untuk memastikan bahwa jalan yang dilaluinya aman tak ada halangan.

"Dia...?" belum sempat pertanyaanku terucap, Lista mengangguk mantap seolah tahu lontaran tanya apa yang ingin kuungkapkan.

"Buatku gak masalah, Ra. Toh kamu lihat, aku saja hanya punya satu kaki" Ujar Lista sambil menunjukkan kaki kirinya yang hampir dua tahun lalu diamputasi.

Selasa, 28 Mei 2019

Sedekah Menolak Bala

Kejadiannya sebelum bermain aktivitas Ramadahan ke 22



Jadi ceritanya sebelum main siang tadi Nusa pergi sm yayahnya.
Gak tahu kenapa pas mereka pergi perasaan gak enak, gak karuan. Kaya masak tapi gak niat campur aduk.


Was" nungguin mereka pulang. Beberapa lama kemudian mereka pulang. Mereka berdua diem aja.

Eh tiba" Nusa bilang
"Bun, tadi mas sm yayah hampir tabrakan"

Mak dyarrr, langsung lihat badan mereka. Alhamdulillah aman. Gak kenapa"

Ceritalah mereka terutama Nusa. Yayahnya mah klo ngomong irit ky sabun colek gak ky mabunnya yang rame bak ikan gurame. 😆

Apasihhhh

 Intinya sih dari ceritanya. Ada anak Smp, cewek. Naik motor ngasih sen kanan di saat yayahnya lagi lurus antara pertigaan.
Bukannya nungguin org yg lurus lewat dulu malah main belok aja dan untk seketika Allah kasih motor yayah rem mendadak.

"Astgfirullah" yayah teriak gitu bun kenceng bgt smp kaget mas.

Terus?

"Selamatlah, bun, alhamdulillah. Ini kynya diselamatkan Allah krn semalam mas sedekah"

"Alhamdulillah. Bener mas, sedekah itu menolak bala"

Yayahnya diem aja. Sampai sesudahnya dia bilang.

"yayah takut bgt tadi, gtw deh jdnya ky apa klo Allah td gk lindungin. Gak lagi" bawa mas klo berdua aja. Anak smp udh pd bawa motor tp gtw aturan"

Alhamdulillah, habis itu untuk menghilangkan rasa tegang tadi kami mainan.

Agak" mau mewek krn mas inget tujuan sedekah itu salah satunya nolak bala.

🥺

Selasa, 21 Mei 2019

Langkah Khansa



Netraku nanar memandang Khansa yang sedang bersusah payah mencoba bangkit dari jatuh. Khansa sudah berumur dua tahun, namun karna mengalami panas tinggi saat usia satu tahun pertumbuhan motoriknya terlambat.

Khansa belum bisa berjalan normal layaknya anak seusia dia. Akan tetapi, aku yakin suatu saat nanti atau mungkin tak lama lagi Khansa akan bisa berjalan. Keyakinanku bukan tanpa dasar. Suami, orangtua, mertua, bahkan teman-temanku pun percaya bahwa akan ada masanya nanti Khansa bisa berjalan. Terlebih, aku tak pernah absen untuk menemani Khansa terapi sesibuk apapun pekerjaanku di kantor. Berbagai macam buku yang berkaitan dengan tumbuh kembang anak pun selalu menjadi bagian dari waktu luangku untuk menambah wawasan  terhadap pertumbuhan Khansa. Keyakinanku bertambah kuat melihat dan merasakan semangat Khansa yang seolah tak punya kata menyerah meski berkali-kali jatuh dalam tiap langkahnya.

"Bunda, sabar ya temani Khansa" Ujar Khansa tersenyum dan aku membalas senyumnya hangat. Bagaimana mungkin aku tidak sabar menghadapi ujian ini. Khansa saja terlihat begitu ikhlas menerimanya  karena tak pernah sekalipun aku mendengar dia mengeluh. Khansa berdiri dan melangkah lagi. Penuh hati-hati ia berusaha menyeimbangkan diri.

Ya Rabbi, mudahkanlah Khansa di setiap langkahnya, batinku merenda doa.


Sumber gambar:

http://pontianak.tribunnews.com/amp/2016/09/24/anak-25-tahun-belum-bisa-berjalan?usqp=mq331AQA


#tugasmenulis #meracau #semangat

Sabtu, 18 Mei 2019

Duniaku



"Bunda masih lama nggak?" 

"Sebentar ya, Sayang. Sambil nungguin Bunda selesai, Langit baca surat Al-Ikhlas ya, Bunda ingin dengar" Ujarku sambil menyentuh pipi kanan Langit. Langit tersenyum mengangguk. Dia pun mulai merapal hapalannya sementara tanganku beradu dengan keypad laptop di hadapan. Satu paragraf lagi tugasku mengedit selesai.

"Walam yakullahu kufuwan ahad, Shadaqallahul adzhiim" Ujar Langit mengakhiri bacaannya begitupun dengan tugasku, Alhamdulillah.

"Wah, Langit hebat sekali, Tante baru tahu lho Langit sudah punya hapalan padahal baru dua tahun" Ujar Tante Lugie sambil duduk di samping Langit. Seketika Langit mendekat ke arahku. Entah kenapa selalu ada rasa takut kalau tante Lugie berada di sampingnya. Padahal setiap seminggu sekali kami selalu bertemu.

"Tante, ini semua sudah saya edit. Monggo, Lho diperiksa" Ujarku sambil menunjuk ke arah laptop yang kugunakan tadi.

"Iya, makasih lho ya, kalau udah diedit sama kamu tante berasa makin pede nulisnya." Ujar tante Lugie kemudian mengambil laptop dan memeriksanya sebentar.

"Wid, tante bacanya nanti malam saja ya. Hari ini mau latihan yoga. Kalian pulangnya nanti diantar sama Pak Aiman ya?" Ujar Tante Lugie kemudian menutup laptopnya. Aku menggangguk tersenyum sambil memangku Langit dan duduk berhadapan dengan tante Lugie.

"Berarti bulan ini sudah selesai ya, Tan?" Tanyaku getir. Entah kenapa aku merasa sedih karena menurut perjanjian, ini adalah minggu terakhir kami bekerjasama. Sudah lebih dari setahun aku bekerja dengan tante Lugie sebagai editor tulisannya. Sebenarnya sih lebih laik jika disebut sebagai  Ghost Writer karena aku yang membuat sebagian isinya sementara beliau hanya menuliskan ide dan gagasannya. Tapi, predikat sebagai editor terasa begitu beradab bagiku.

"Iya, ya nggak kerasa cepat sekali.  Tapi tenang saja aku masih butuh kamu, Wid. Nanti Tante buatkan kontrak kerjasama yang baru ya" Ucapan Tante Lugie seolah menjadi angin segar buatku. Alhamdulillah aku masih diberi kesempatan untuk berpenghasilan.
"Beneran, Tan? tanyaku semangat.

"Iya, oh iya ini kamu uangnya mau cash saja? Kenapa sih gak ditransfer saja" Tante Lugie menyodorkan amplop cokelat ke arahku.

"Mau langsung dipakai buat bayar tukang, Tan. Kalau nanti mampir atm malah takut." Ujarku dan memasukkan amplop cokelat itu ke dalam tas. Alhamdulillah pekerjaan ini benar-benar membuatku bersyukur. Inilah duniaku sekarang. Aku bisa selalu membersamai Langit, buah hatiku dan tetap berpenghasilan. Yah, hitung-hitung membantu suamiku yang sudah bekerja siang dan malam. Satu hal lagi yang kami syukuri impian memiliki istana mungil sendiri di dunia ini sudah terwujud.


#Faksi #Paragrafpertama #tugas #kisah #racau

Jumat, 17 Mei 2019

Day 12, moon

Permainan Ramadhan hari ke 12

Tema : Moon/Bulan/Qomar

Alhamdulillah masuk hari ke12 Ramadhan, Awan ditemani dengan permainan mencari jalan menuju bulan dengan kendaraan roket serta menjahit bulan. Permainan ini mengasah motorik halus anak dengan menggerakan jari jemarinya serta melatih konsentrasi dan membangkitkan daya imajinasi

Mengenal Allah dengan cara mengenal berbagai ciptaannya, salah satunya bulan. Mengenalkan konsep bahwa sebenarnya yang membuat bulan bersinar atau bercahaya adalah akibat sinar matahari. Masuk usia 4 pemahamannya semakin bertambah, celoteh tanya tanpa henti tentang bulan bikin mabunnya harus ekstra belajar lagi.

#RamadhanAwan
https://www.instagram.com/p/BxjFTGjFexG/?igshid=dmw38z9920rb










Day 11, Leaf

Tema daun kali ini membuat mabun mengenalkan konsep fotosintesis serta tumbuhan beserta bagian-bagiannya. IPA banget kali ini. Nah, Awan ditugaskan untuk mencari daun hijau, daun kuning, dan daun cokelat. Semua sudah ditentukan jumlahnya jadi sekalian berhitung lagi.

Petualangan mencari daun melatih motorik kasar karena harus jongkok, berdiri, dan berlari. Kalau kata Awan mah permainan ini terlalu sebentar. Mungkin karena usianya sudah 4 tahun jadi fokusnya bisa hampir 5menitan.

Oke ini dia penampakannya


Day 10, Cow

Berkaitan dengan tema, kemarin di hari ke 10 Ramadhan awan belajar berhitung. Biasalah palaing suka banget kalau sudah disuruh berhitung. Meski sudah bisa berhitung 1-20 tapi tetap saja mabun hanya ngasih hitung-hitungan di 1-10.

Permainan Ramadhan juga diisi dengan berkisah tentang bangsa sapi alias bangsanya Fir'aun yang menceritakan kisah Nabi Musa. Mukjizat Nabi Musa berupa tongkat yang bisa berubah menjadi ular dan membelah lautan begitu membekas di Awan. Adik juga ikut dengar cerita lho. :)



Day 9, Elephant

Hari ini awan baca surat Al-Fiil karena berkaitan dengan tema. Alhamdulillah meski lupa sedikit-sedikit tapi pas diulang jadinya lancar jaya. Terus karena mabunnya lagi eror bin pusing jadinya hari ini berkreasi mewarnai dan berkisah tentang tentara gajah Abrahah.


Senin, 13 Mei 2019

Day 8, Night

Hari ini temanya tentang malam. Emaknya bingung mau buat apa lagi sampai akhirnya mengenalkan hewan/benda yang dalat ditemukan di malam hari. Alhamdulillah awan sudah paham dan akhirnya karena pengerjaan mainan ini cepet ditambahain lagi deh dengan mengasah motorik halu melalui permainan gunting menggunting. Awalnya tidak mudah tapi lama kelamaan bisa meski hasilnya gak sempurna. Bagi saya yang terpenting adalah proses dari menjalani itu semua.

Alhamdulillah anak hepi emak lebih merasa berarti


Day 7, Sea

Ramadhan ke 7 dapat tema lautan. Berhubung laut lumayan jauh dari rumah jadi skip ke lautnya dan diganti jadi ke sungai. Lho apa kaitannya? Adalah... Sungai kan nanti airnya mengalkr sampai laut. Mengenalkan konsep bahwa sungai yang bersih akan menjadikan laut bersih. Menjaga sungai sama seperti menjaga lautan.

Awan diajak ke sungai? Hepi banget. Sudah sering berkalj-kali dan gak ada bosennnya.

Sip ini dia pembelajaran rasa main kali ini.


Day, 6 Water

Hari ke 6 Ramadhan kali ini belajar dari tema air. Apalagi coba kalau tidak berkaitan dengan air. Yap, Awan diajarkan untuk melatih motorik halus dan kasar dengan menembakkan kerucut warna menggunakan semprotan bunga. Harusnya sih pakai pistol air tapi berhubung nggak ada jadi pakai alat yang ada saja. Selain itu juga menggelindingkan bola dengan semprotan bunga. Mulai dari ujung rumah sampai toko depan. Jongkok berdiri merupakan dasar latiahan motorik kasar. Meski katanya lelah dan pegel tapi alhamdulillah semua misi dan pembelajaran terselesaikan dengan baik.

Air/Water/Maun

Permainan ini sekaligus memperkaya imajinasi sang anak. Nggak tahu kenapa selalu hepi dengan aneka kreasi mainan yang saya buat. Inilah yang dinamakan passion. Saya suka banget ngajar. Fokus mengajar anak sendiri dahulu.

Ini dia hasilnya

Day 5, Earth

Wow sudah masuk hari ke lima tapi baru dikerjain tulisannya di hari ke delapan. Inilah akibat menunda. Yuk gak usah pakai lama. Kali ini dapat tema tentang bumi/ard/earth. Pengenalan bahwa bumi ciotaan Allah itu bentuknya bulat, terdiri dari daratan dan lautan serta benua-benua yang dijelaskan secara sederahan ke Awan. Selain menggunakan stiker dinding juga diajak untuk mewarnai peta dunia.

Berikut ini hasilnya

Jumat, 10 Mei 2019

Day 4, Batu/stone

Inilah akibat dari suka menunda pekerjaan. Penderitaan yang bertumpuk. Harusnya mah nulis kemarin tapi lagi-lagi ada satu dan lain hal. Hari ini temanya hajar/batu/stone. Emaknya pusing main apalagi ya agar awan bisa anteng dan gak main pasir terus. Pas lihat batu di dekat pot langsung kepikiran ikut gayanya upin ipin dihias pakai cat warna. Alhamdulillah cat warna makanan masih sisa banyak dan bisa dimanfaatkan.

Langsung deh melukis aneka batu dengan corak gambar dan angka. Suka-suka awanlah ya yang oenting dia hepi dan mainnya lama sdkaligus ngasah imajinasinya yang besar.
Setelah lelah melukis mabun cerita tentang kisah Nabi Musa yang memiliki mukjizat mengeluarkan 12 mata air dari sebuah batu yang dipukulkan dengam tongkat. Cekidot



Day 3, Sun

Ramadhan ketiga dapat tema tentang matahari/syams/sun. Cus eksekusi mainan yang ada aja. Me jahit matahari sekalian menarik garis putus-putus bentuk lurus dan lingkaran. Mainannya sebentar doang karena ada satu dan lain hal. Apakah itu? Rahasia ah...

Matahari diciptakan Allah sebagai pusat tata surya. Dia bintang terang yang menerangi alam dunia dan angkasa.

Oke gak kebanyakan cas cis cus langsung aja ini dia permainannya



Rabu, 08 Mei 2019

Day 2 Hudhud

Oke alhamdulillah masih diberi kelancaran dalam berpuasa meski kena serangan sakit gigi dan akhirny Ke puskesmas untuk periksa. Di Puskesmas tadi banyak burung gereja dan berkaitan dengan permainan hari ini yakni tentang burung hud-hud. Selain berkisah tentang Nabi Sulaiman juga membuat origami berbentuk burung. Alhamdulillah...

Ini dia kisah hari kedua.




Senin, 06 Mei 2019

Day 1 spider


Alhamdulillah ramadhan tiba dan hari ini puasa pertama. Selain bahagia karena dua bocah soleh ikut saur juga, awan pun belajar puasa meski gak tahu bakal bertahan sampai jam berapa. Hal yang paling penting adalah dia paham kalau bulan puasa, paham ada waktu sahur dan berbuka, serta saatnya bermain-main dengan aneka permainan yang telah mabun siapkan. Hari ini dapat surat Ankabut tentang laba-laba. Selain pengenalan dalam tiga bahasa awan juga diajarkan untuk terus berlatih memecahkan masalah. Biasa emaknya suka bebikinan yang sederhana ala-ala ini dia keseruannya.

Semoga semuanya lancar jaya aamiin

Cekidot

Ikut sahur

Mencari jalan pulang bagi laba-laba

Laba" mainan dari pipe cleaner



Sabtu, 04 Mei 2019

Hiasan Ramadhan dan permainan

Alhamdulillah setelab dicicil berkali-kali akhirnya kelar juga buat hiasan ramadhan sekaligus untuk permainan anak. Semoga ramadhan kali ini anak-anak bisa jatuh cinta dengan Ramadhan serta semangag menjalankannya meski belum pada puasa. Ini tado juga dibantu Awan dan Angkasa hehehe






Kamis, 25 April 2019

UGD dan Hiasan Ramadhan

Pagi ini ibu kami tercinta dibawa Yayah AngkasAwan ke UGD pukul 05.00. Ibu sesek napas dan akhirnya langsung ditangani di rumah sakit Sidareja. Mabun, Awan, dan Angkasa di rumah saja karena bocah dua juga lagi kurang sehat. Awan batuk panas adik batuk pilek. Ya Allah semoga Ramadhan nanti semuanya diberikan kesehatan yang prima.

Untuk menghibur diri dan anak-anak sengaja mabun nyicil dekorasi untuk menyambut bulan Ramadhan. Agar mereka tahu bahwa bulan yang penuh keberkahan itu layak disambut sebagai tamu yang senantiasa dirindukan.

Berikut hiasan mabun yang cukup membuat Awan dan Angkasa hepi meski belum 100% selesai. Alhamdulillah habis magrib Yayah ngasih kabar kalau ibu sudah mendingan dan semakin sehat meski tetap harus opname dulu. Gak apa" yang penting sehat. Semangat


Rabu, 24 April 2019

Daily Routine Chart Awan

Alhamdulillah kemarin eksekusi buat DIY lagi setelah sekian lama ditunda-tunda. Makanya jangan ditunda-tunda yess, jadinya nanti malas kaya saya.

Ini akan membantu Awan untuk terbiasa membuat dirinya disiplin. Gak mudah memang tapi yang penting dia hepi dulu. Nanti kalau stiknya dalam sebulan terkumpul 240an nah dia bisa dapat hadiah.

Ini dia penampakannya



Selasa, 09 April 2019

Menabung latih kesabaran

Awan sudah mulai belajar menabung di usia 2,5 tahun. Dari menabung Awan belajar melatih rasa sabar jika ingin sesuatu. Yap hasilnya Awan sudah bisa beli sendiri sepeda goesnya saat jelang usia 3 tahun. Saya ajarkan bahwasannya jika punya keinginan harus ditampung dulu dalam doa dan sabar. Tidak serta Merta membelikan semua yang dia inginkan karena itu merupakan cara agar dia menghargai setiap proses dari barang-barang yang dia akan beli.

Tahun ini diusia memasuki 4 tahun Awan ingin sekali punya tobot x y z tirtan dan baju profesi. 4 bulan menabung hasilnya sudah 330k. Langsung saya belikan apa yang dia minta. Tapi nanti diberikannya nunggu paketnya datang dan juga jelang hari kelahirannya.

Konsistensi menabung receh setiap hari menjadikannya belajar menghargai uang meski dia belum paham nominal angka. Terbukti saat diberikan pilihan sangu oleh Mbah uti Diah dan Kakung cileduk antara uang bergambar Soekarno Hatta atau yang berwarna biru 50k Awan lebih memilih warna biru karena kesukaan.

Terlepas dari itu semua Awan akan belajar menghargai bahwa setiap koin ataupun kertas uang yang ia terima semuanya berharga. Begitu pula dengan barang yang ia beli dari hasil menabungnya.

Alhamdulillah


Minggu, 07 April 2019

Awan dan Peran

Awan dan penjiwaannya

Kalau bermain peran dialah yang paling menikmatinya. Peran kali ini tentang penjual mainan dan pembelinya. Saya awalnya jadi penjual dan Awan pembeli. Tawar menawar yang alot dan akhirnya membuat saya tertawa sendiri.
Awan lebih menjiwai. Saat menjadi penjual dia begitu khusyuk menjadi pedagang.


Bagaimana caranya dia menawarkan mainannya yg dijajakan, kejujuran yg diungkapkan (misal rodanya sudah lepas satu) 😂, sampai cara dia berteriak memanggil pembeli mengalahkan mail dua seringgit.😂
Yang lebih lucu lagi ketika saya deal dg 3 brg yg saya beli dia antusias bahkan berpikir cepat bahwa untuk membawa belanjaan, saya perlu kantung kresek. Dia pun mencari kantung kresek tsb

Memang sih media uang"an yg kami gunakan belum membuat dia paham seutuhnya tentang jumlah nominal. Tapi setidaknya ada perkenalan tentang jual beli, akad, dan tawar menawar.
Satu lagi ada bagian yang membuat saya terenyuh.
Jadi ceritanya saya dan Angkasa yg jd pembeli. Angkasa pilih semua mainan yg Awan jajakan. Lalu saya bilang
"Adik, jgn semuanya. Nanti uangnya gak cukup buat beli beras, minyak, dll" adiknya mah iya belum paham. Sbnrnya saya mau libat reaksi Awan.


"pak semuanya berapa? Maaf ya anak saya mau beli semuanya"
"Gpp Bu, namanya juga anak". Yaudah ambil aja semuanya. Kasihan ibu nanti klo uangnya buat beli mainan semua gak bisa beli beras. Gak usah bayar ya"

Rasanya hati saya Dug sendiri.
"Ini beneran gratis pak?"
"Iya Bu, saya gak rugi kok. Nanti kan diganti Allah, yg penting anak ibu senang terus uang ibu bisa buat belanja"

Permainan ini ternyata bisa menggugah rasa empati Awan. Dan dia tahu bahwa Allah-lah yg akan mengganti semuanya. Sudah ada landasan dan berpegang teguh pada Allah sudah cukup baginya. Dan mengasihi sesama manusia melalui tolong menolong.

Lebai? Ah biarkanlah saya cuma berbagi rasa dan cerita.
Kalimat anak" itu ajaib memang. Dan semuanya itu jujur.

Itu nikmat yg saya rasakan.

Minggu, 31 Maret 2019

NHW 9

Nhw terakhir... Gak terasa ya....
Dan inilah jawaban saya.

Alhamdulillah semoga Allah mudahkan. Aamiin


Sabtu, 23 Maret 2019

NHW 8 Misi Hidup dan Produktivitas






TUGAS NHW 8  MISI HIDUP DAN PRODUKTIVITAS
Bunda, setelah di materi NHW#8 kita belajar tentang bagaimana pentingnya menemukan misi hidup untuk menunjang produktivitas keluarga. Maka saat ini kita akan lebih menggali bagaimana menerapkannya secara teknis sbb :
a. Ambil salah satu dari ranah aktivitas yang sudah teman-teman tulis di kuadran SUKA dan BISA (lihat NHW#7) 

SUKA DAN BISA

Mengajar
Saat ini akan fokus menjadi Ibu Teladan bagi anak dengan mengajar anak-anak serta menumbuh kembangkan bakatnya.

b. Setelah ketemu satu hal, jawablah pertanyaan “BE DO HAVE” di bawah ini :
1. Mental seperti apa yang harus anda miliki untuk menjadi seperti yang anda inginkan ? (BE)
Mental yang haru saya miliki adalah mental Sabar, Semangat, Pantang menyerah, Terus Belajar, dan Ikhlas Mengharapkan Ridho Allah.

2. Apa yang harus anda lakukan untuk menjadi seperti yang anda harapkan ? (DO)
Memaksimalkan proses belajar menjadi seorang Ibu dan Istri soleha. Dengan senantiasa menempa diri melalui jam terbang di ranah domestik. Saya akan belajar ilmu seputar parenting dan mengaplikasikannya melalui mengajar buah hati saya sepenuh hati agar mereka menjadi pribadi tangguh yang tahu tujuannya mengapa mereka dihadirkan oleh Allah di muka bumi ini.

Apa yang akan anda lakukan apabila anda sudah memiliki yang anda harapkan? (HAVE)

Saya akan terus mengamalkan segala ilmu yang saya pelajari dan ketika anak-anak sudah besar (bukan balita lagi) saya berencana membuat sekolah.
c. Perhatikan 3 aspek dimensi waktu di bawah ini dan isilah:
1. Apa yang ingin kita capai dalam kurun waktu kehidupan kita (lifetime purpose)
Menjadi seorang Ibu dan Istri yang senantiasa Allah ridho.

2.Apa yang ingin kita capai dalam kurun waktu 5-10 tahun ke depan (strategic plan)



Ini target 10 tahun ke depan.

Pastinya menjadi seorang BudanTriha adalah sasaran utama saya




3. Apa yang ingin kita capai dalam kurun waktu satu tahun (new year resolution)

Resolusi 2019 Yang Dicintai


Selalu saja ada resolusi baru di setiap pergantian tahun. Hal ini sudah menjadi kebiasaan yang mendarah daging bagi saya dan sahabat setia. Meski di tahun kemarin dari sembilan resolusi yang saya tulis dan tempelkan di lemari kaca hanya lima yang tercapai, namun itu tak menyurutkan niat dan keinginan untuk membuat resolusi baru di tahun ini. Lalu apa saja resolusi di tahun ini. Berikut 9 resolusi yang saya targetkan dan akan saya tindak lanjuti untuk mewujudkannya.

1. Memiliki serta menjalankannya usaha Es homade

Siapa yang tidak suka es? Dari mulai saya, anak, dan suami semuanya suka. Saya sudah berniat ingin sekali membuat dan menjajakan es buatan saya kepada khalayak ramai. Kenapa harus buatan rumahan? Karena saya ingin yang beda! Es buatan rumah tentu saja selain lebih murah juga kualitas kebersihannya terjamin karena olahannya dalam kendali saya sendiri. Sampai saat ini saya sedang mengusahakan membeli freezer besar agar target ini bisa terpenuhi dan berjalan. Selain itu hal ini akan membantu saya memiliki penghasilan sendiri. Bukan seberapa besarnya tapi lebih daripada kepuasannya. Saya belum bisa mengajar lagi sampai anak-anak masuk usia sekolah. Oleh karena itu, dengan adanya usaha ini setidaknya bisa membuat saya lebih banyak berkarya dalam bentuk camilan es.

Alhamdulillah sudah terlaksana 



2. Membuat Anak bisa membaca Quran
Orang tua mana yang tak bahagia jika anaknya pandai mengaji. Sampai saat ini target saya masih sama. Saya ingin anak saya bisa mengaji dulu ketimbang membaca abjad. Meski usianya baru 3,5tahun tapi saya yakin dia mampu. Untuk mencapai target tersebut saya sudah mengenalkan bacaan Iqra padanya. Saat ini sedang masuk Iqra 3, semoga akhir tahun nanti bisa menamatkan hingga Iqra 6.

3. Memiliki Kendaraan
Saya ingin sekali memiliki motor. Tidak mesti baru tapi setidaknya dapat digunakan dengan baik serta tampilan yang layak. Motor suami saya sudah digunakan dari tahun 2000 sampai saat ini. Alhamdulillah masih berfungsi meski terkadang butuh dana ekstra untuk servis dan sulit mencari suku cadangnya. Saya tetap bersyukur karena sampai saat ini motornya masih bisa digunakan sebagai transportasi dalam mencari Rizki bagi suami. Akan tetapi saya ingin sekali suami punya motor yang lebih baik lagi terlebih anak kami sudah dua. Untuk mencapai target tersebut selain menabung kami juga rajin ikut undian. Semoga saja ada rezekinya.

4.  Melunasi Utang
Yap, tahun kemarin setelah penuh perjuangan kami membangun sebuah istana kecil di desa ada yang menyisakan dan membuat kami ingin segera melunasinya. Memang tidak banyak di bawah 5 juta, tapi  bagi kami utang tetaplah utang pertanggungjawabannya sampai di akhirat. Semoga saja tahun ini utang kami lunas. Caranya? Kami mulai mencicilnya sedikit demi sedikit.

5. Membeli Sawah
Yap, tinggal di desa membuat saya ingin berinvestasi. Pilihan saya jatuh pada keinginan memiliki sawah. Sawah di desa harganya masih murah dan menghasilkan banyak peluang. Bisa untuk disewakan dengan para petani dengan sistem bagi hasil juga sebagai investasi masa depan karena harga setiap tahunnya selalu naik. Cara kami mencapai target ini selain dengan ikhtiar menabung juga terus berdoa dan berharap agar hal ini terwujud.

6. Silahturahmi ke Malang dan Jakarta
Silahturahmi merupakan resolusi tahunan yang selalu saya tuliskan. Karena tidak mudah membagi waktu terlebih anak-anak masih kecil dan suami punya pekerjaan yang tak bisa ditinggal. Malang merupakan tempat tinggal ayah saya sedangkan mama saya berada di Jakarta. Mereka sudah berpisah semenjak Saya sd. Saya kini ikut suami di Jawa Tengah. Setiap tahun inilah saya harus memilih akan menghabiskan waktu libur lebaran dengan salah seorang dengan mereka. Selain waktu tentu butuh dana ekstra agar perjalanan bersama anak berasa lebih nyaman

7. Menerbitkan atau Membuat karya
Saya suka menulis dan ingin tulisan saya dimuat di media cetak atau dibukukan. Target ini selalu saya tuliskan setiap tahunnya. Alhamdulillah tahun ini ada penawaran dari penerbit untuk menulis meski hanya sebagai ghost writer. Bagi saya yang terpenting saya tetap menulis. Untuk terus mengasah gaya penulisan saya terus berlatih menulis baik di dalam blog maupun buku harian.

8. Membuat Perpustakaan Mini
Buku-buku yang saya miliki masih menumpuk dan belum tertata rapi. Hal ini memantik diri untuk membuat perpustakaan mini agar bermanfaat minimal untuk tetangga sekitar. Banyak buku bacaan dari mulai buku anak, pengembangan diri dsb. Oleh karena itu saya punya target untuk memanfaatkan buku-buku yang telah saya kumpulkan dari zaman SMA, kuliah, kerja, hingga jadi ibu rumah tangga saat ini.

9. Menjadi Ibu Profesional
Saya ingin sekali menjadi seorang wanita yang bersungguh-sungguh menjalankannya perannya. Karena sekarang saya menjadi seorang ibu tentu saya ingin benar-benar menjadi ibu yang terbaik untuk buah hati sekaligus istri yang baik untuk suami. Bagi saya menjadi seorang ibu profesional ada ilmunya. Kalau tidak berilmu bagaimana saya bisa mendidik dan membesarkan anak-anak saya. Bukankah seorang ibu itu agen perubahan dan penggerak peradaban? Meski saya bergelar sarjana tapi saya bangga menjadi seorang ibu rumah tangga. Guru saja yang mengajar anak sd harus bergelar S1 apalagi saya yang mendidik anak dari lahir sampai dewasa nanti. Oleh karena itu, saya kini berusaha menempuh pendidikan di suatu institut yang diprakarsai oleh seorang ibu yang berhasil mendidik anak-anaknya jadi luar biasa dan membangun rumah tangganya dengan begitu hebatnya.

Demikian sembilan resolusi saya di tahun 2019. Semoga apa yang saya tuliskan, inginkan, dan doakan dapat terwujud di tahun ini. Aamiin.

Cintai mimpimu dengan mewujudkannya
Reisa Dara Rengganis

Jumat, 22 Maret 2019

Gigi Susu Amurwa

Setelah 10 bulan penantian panjang akhirnya Amurwa Angkasa Tara punya satu gigi susu. Padahal yang menantikan sudah was was dan selalu berusaha memberi makanan yang merangsang pertumbuhan gigi. Akhirnya sekarang mulai terasa legaaaa




Siap" akan mulai ada gigitan" kecil dan teriakan" kaget mabun. Hahaha jadi inget mas Awan waktu dulu sering gigit sampai sakit dan luka. Gak apa perjuangan jadi seorang Ibu. :)



Es Lilin Mabun merajalela

Alhamdulillah akhirnya jadi juga punya usaha Es Lilin. Alhamdulillah selalu laris manis as




Minggu, 17 Maret 2019

Nhw 7 Tahapan Menjadi Bunda Produktif

Akhirnya sampai juga pada NHW 7. Ini dia hasil tipologi saya setelah mengikuti tes di temubakat.com Warna merah merupakan kemampuan dominan saya. Sejauh ini sesuai sekali karena memang itu yang saya rasakan. Bukannya mau percaya 100% ya. Tapi memang harus ikutan Talent Mapping agar lebih optimal.

Ini dia hasilnya 
REISA DARA RENGGANIS, anda adalah orang yang banyak ideanya baik yang belum pernah ada maupun dari pikiran lateralnya , selalu ingin memajukan orang lain dan senang melihat kemajuan orang , analitis dan senang berkomunikasi , senang mengkomunikasi ideanya , suka mengumpulkan berbagai informasi atau teratur , senang memotivasi dengan berbagai cara ada yang melalui sifat periangnya ada yang melalui sifat empatinya ada juga karena selalu ingin memajukan orang lain , suka berhubungan dengan orang , baik utk mempengaruhi, bekerjasama atau melayani, dan bertanggung jawab , senang menghayal tentang apa yang mungkin terjadi jauh kemasa depan.



Untuk kuadran berikut yang telah saya buat.


Oke nhw ini sekadarnya saja saya buat. Yang terpenting tepat waktu dan diaplikasikan dalam kehidupan saya.



Jumat, 08 Maret 2019

NHW 6 Ibu Manajer Keluarga Handal

Yap... Nhw 6 ini berkaitan dengan aktivitas harian. Sebenrnya ini kaya NHW ke 3 yang buat indikator sebagai ibu, istri, dan individu. Saya sudah masukan agenda harian saya yang didalamnya memang sudah ada indikator harian sebagai Individu.

Tapi jawab dululah pertanyaan

3 aktivitas penting
• Beribadah
• Membersamai dan mendidik Anak
• Memasak


3 Aktivitas tidak penting
•browsing nggak jelas
•Ngelamun
•nonton tv


Nah untuk agenda harian saya sepertinya sudah sangat sesuai dengan NHW yang ingin menjadi seorang BudanTriha dan selaras dengan indikator harian. Okelah saya merasa sudah menjalankan agenda harian ini dari sebulan yang lalu. Semoga terus berlanjut sampai 100 hari agar menjadi kebiasaan.

Untuk aktivitas tidak penting akan belajar dikurangi dan dihilangkan. Semoga bisaaaaaaaaa.



Agenda harian






Sabtu, 02 Maret 2019

Nhw 5 Desain pembelajaran ala saya

Materi semakin keceh tapi apa daya tenaga dan fisik tak keceh. Lagi diuji kesehatan Minggu ini dengan lingkaran batuk, pilek, demam. Rata semuanya... Namun tak menghalangi diri mengerjakan NHW 5.


Tadinya mau pakai aplikasi tapi kok malah jelimet sendiri. Jadi balik lagi ke Corat coret manual ala saya. Alhamdulillah kertas bekas masih tersedia. Yuk intiplah NHW kesekian setelah mendapat materi belajar cara belajar.



Demikian NHW ini saya selesaikan tengah malam menjelang pagi. Baru terasa lebih sehat di malam ini. 


Semangat menjadi BudanTriha. Semangat belajar.


Mabun NusaNTara
Reisa Dara Rengganis

Minggu, 24 Februari 2019

NHW 4 Mendidik dengan Kekuatan Fitrah

Materi ke empat kelas Matrikulasi tentang "Mendidik Anak dengan Kekuatan Fitrah"

Materi ini secara jelas membeberkan tentang fitrah yang sudah disematkan kepada anak-anak oleh Allah SWT. Fitrah yang harus diasah dan ditumbuh kembangkan oleh orang tua agar anak menemukan potensi, bakat, dan jati dirinya serta misi spesifik dalam menjalani kehidupan di dunia untuk mencapai akhirat.

Mendidik dengan kekuatan fitrah sejatinya merupakan proses untuk membangkitkan dan menyadarkan, dan menguatkan fitrah anak itu sendiri. Tidak mudah memang ya, tapi mabun harus belajar terus untuk mendidik anak-anak (Awan dan Angkasa) agar fitrah-fitrah mereka terawat dengan baik dan berusaha untuk tidak mencederai agar mereka tumbuh menjadi anak-anak yang tangguh, salih, dan paham bahwa mereka punya peranan penting di muka bumi ini.
Lalu kita berlanjut ke NHW 4, ini semua sepertinya memang memiliki benang merah dari NHW 1. Yasudah.... Berikut NHW yang sudah saya kerjakan dengan semaksimal mungkin (Minggu ini benar-benar luar biasa)
Bismillah...

a. Mari kita lihat kembali Nice Homework #1 , apakah sampai hari ini anda tetap memilih jurusan ilmu tersebut di Universitas Kehidupan ini? Atau setelah merenung beberapa minggu ini, anda ingin mengubah jurusan ilmu yang akan dikuasai?

Wow.... Pertanyaannya ini semakin mengukuhkan bahwasanya jurusan ilmu BudanTriha (Ibu Teladan Istri Soleha) menjadi pilihan yang mantap surantap dan terpatri di jiwa sehingga tidak akan goyah untuk berubah jurusan ilmu di Universitas Kehidupan.

b. Mari kita lihat Nice Homework #2, sudahkah kita belajar konsisten untuk mengisi checklist harian kita? Checklist ini sebagai sarana kita untuk senantiasa terpicu “memantaskan diri” setiap saat. Latih dengan keras diri anda, agar lingkungan sekitar menjadi lunak terhadap diri kita.

Alhamdulillah sejauh ini semua berjalan sebagaimana mestinya. Tetap terchecklist setiap selesai melakukan indikator harian baik sebagai individu, istri, maupun ibu. Memang kadangkala rasa malas lebih besar daripada niat akan tetapi demi kehidupan yang lebih baik saya sering menangguhkan diri saya untuk menjalani itu semua dengan suka cita karena ini akan berdampak besar bagi diri, keluarga, dan lingkungan sekitar saya. Saya merasa jauh lebih disiplin. Meski jujur saja ada beberapa yang tidak dicheklist karena lupa 😅 jadi begitu ingat baru deh. Karena indikatornya di tempel di kamar jadi semua bisa lihat termasuk anak.


c. Baca dan renungkan kembali Nice Homework #3, apakah sudah terbayang apa kira-kira maksud Allah menciptakan kita di muka bumi ini? Kalau sudah, maka tetapkan bidang yang akan kita kuasai, sehingga peran hidup anda akan makin terlihat.

Ya, saya merasa bahwasannya Allah menghadirkan saya dimuka bumi ini sebagai inspirator lewat mendidik anak-anak (baik anak sendiri maupun anak orang lain). Saya senang sekali mengajar dan memberikan semangat anak-anak untuk terus belajar. Saya ingin menjadikan anak-anak saya sebagai generasi salih sukses dunia dan akhirat. Selain itu, menjadi istri Soleha juga merupakan bidang yang ingin saya kuasai. Kenapa? Karena menjadi istri Soleha merupakan tiket untuk masuk ke dalam surgaNya. Bidang ini memang tak ringan tapi saya akan berusaha terus mewujudkannya.

Misi hidup: Memberikan inspirasi dan kebermanfaatan hidup bagi keluarga dan masyarakat.
Bidang : Pendidikan anak dan Istri soleha
Peran : Pendidik yang menginspirasi


d. Setelah menemukan 3 hal tersebut, susunlah ilmu-ilmu apa saja yang diperlukan untuk menjalankan misi tersebut.
Untuk menjadi ahli yang memasteri bidang pendidikan anak dan istri Soleha tahapan ilmu yang harus saya kuasai adalah sebagai berikut:

1. Bunda Sayang     : Ilmu-ilmu seputar pendidikan anak, komunikasi efektif dengan buah hati, pengelolaan emosi.
2. Bunda Cekatan   : Ilmu-ilmu seputar manajemen pengelolaan diri dan rumah tangga.
3. Bunda Produktif : Ilmu-ilmu seputar kemandirian finansial melalui literasi yang berkaitan dengan pendidikan anak dan istri soleha.
4. Bunda Shaleha    : Ilmu tentang berbagi manfaat kepada banyak orang (pendirian sekolah)

e. Tetapkan Milestone untuk memandu setiap perjalanan anda menjalankan Misi Hidup

Saya menetapkan hari ini sebagai KM 0 . Di usia 31 tahun kurang 5  bulan ini. saya mampu berkomitmen untuk mencapai  10.000 (sepuluh ribu ) jam terbang  di bidang yang telah ditentukan, agar lebih mantap menjalankan misi hidup. Sejak hari ini saya akan berusaha setiap harinya  mendedikasikan 8 jam waktu untuk mencari ilmu, mempraktekkan, dan menuliskannya bersama dengan anak-anak.  Semoga dalam jangka waktu kurang lebih 4 tahun, sudah bisa melihat hasil yang dinginkan.

Berikut ini milestone yang saya  tetapkan :
KM 0 – KM 1  (tahun 1 - usia 31 hingga 32) : Menguasai Ilmu seputar Bunda Sayang - bisa menjadi ibu teladan yang sayang anak dan suami. Mendidik buah hati sepenuh jiwa raga.
KM 1– KM 2 (tahun 2 - usia 32 hingga 33) : Menguasai Ilmu seputar Bunda Cekatan - bisa menjadi ibu yang lebih kreatif dan inovatif dalam mengurusi keluarga dan rumah tangga.
KM 2 – KM 3 (tahun 3 - usia 33 hingga 34) : Menguasai Ilmu seputar Bunda Produktif - bisa menuju kemandirian finansial melalui bakat dan minat, seperti mengajar, berdagang, dan menulis.
KM 3 – KM 4 (tahun 4 - usia 34 hingga 35) : Menguasai Ilmu seputar Bunda shaleha - bisa mendidik atau mendirikan sekolah untuk anak-anak usia dini atau bahkan mendirikan yayasan untuk pendidikan dari jenjang paud- SD. Allahuma aamiin aamiin aamiin YRA.




F.Koreksi kembali checklist anda di NHW#2, apakah sudah anda masukkan waktu-waktu untuk mempelajari ilmu-ilmu tersebut di atas. Kalau belum segera ubah dan cantumkan.

Saya sudah mencantumkan beberapa waktu untuk mempelajari ilmu tersebut antara lain, membaca buku/artikel yang berkaitan dengan bidang yang ingin saya kuasai, menulis terkait pendidikan anak dan istri Soleha. Mungkin beberapa akan saya tambahkan nantinya.



G.  Lakukan, lakukan, lakukan, lakukan.
Karena perjalanan ribuan mil selalu dimulai oleh langkah pertama, segera tetapkan KM 0 anda. Bismillah... Semoga saya bisa melakukannya. Aamiin


Mabun NusaNTara
Reisa Dara Rengganis

Sabtu, 23 Februari 2019

Jemput Mama

Tanggal 20 Februari mama pulang suluk di MZHK Purwokerto. Letaknya di desa Gandatapa dekat Purbalingga. Kami dari ciloninng berempat (Mabun, Yayah, Awan, dan Angkasa) naik motor tahun 1992, menuju sana menempuh 5 jam perjalanan berangkat. Maklum demi keselamatan kami semua jadi pelan-pelan. Lalu akhirnya mama kita bawa ke rumah. Naik mobil mereka sih. Sampai rumah besoknya kami bawa mama hepi" ke kemit. Ngilangin kangen cucu sekaligus jalan" Deket tempat wisata yang jaraknya cuma 7 menit dari Rumah.


Ini dia penampakannya. Hehehe





Itu tadi penampakan kami semua. Heheheh masuk Kemit Education hanya 5ribu perak saja per orang. Jarak Kemit dari Rumah hanya 7 menit saja sekitar 1,5KM.


Demikianlah kisah kami yang penting udah bawa mama ke rumah dan ngajak jalan-jalan yang bikin hepiii. Siangnya mama dan rombongan cuss lanjut pulang ke Jakarta.

Minggu, 17 Februari 2019

NHW 3 Rumah Tangga Sebagai Tonggak Peradaban

Yap, judul yang dirasa tepat untuk mengerjakan NHW di Minggu ketiga ini. Setelah materi "Membangun Peradaban dari Dalam Rumah" terpaparkan dan didiskusikan dengan baik di WAG Matrikulasi IIPB Banyumas Raya saatnya saya mengerjakan tugas ciamik ala IIP. Apa itu?

Pertama tugas menulis surat cinta untuk suami terkasih. Sebelum menulis saya kembali merogoh memori hampir 4 tahun lalu. Saat saya menerima surat cinta dari suami tercinta di hari pernikahan kami. Yap, di hari bahagia itu seluruh tamu undangan yang hadir sekaligus pengantinnya wajib memberikan saya surat cinta. Rasanya bahagia sekali mendapat surat cinta dari seluruh rekan, sahabat, dan keluarga. Saya memang suka sesuatu yang beda karena itu akan menjadi kenangan seumur hidup saya. Toh, para tamu undangan juga mendapatkan surat cinta juga dari saya berupa cerpen perkenalan saya dan suami sampai menikah sebagai sovenir. Saya masih simpan semua surat cinta itu sampai sekarang dan menjadi salah satu hiasan di dalam rumah.

Surat cinta dari tamu undangan pernikahan kami 4 tahun (lebih) lalu 

Dan hari ini saya pun mulai mengerjakan NHW di poin A, yakni menulis surat untuk suami tercinta. Wew, menantang sekali ya. Dari kemarin sudah dipikir-pikir mau menulis apa. Akhirnya di malam hari saat suami Salat isya di Masjid dan yasinan (malam Jumat) saya pun punya kesempatan untuk menuliskannya pada 3 lembar kertas daur ulang yang saya ikat dengan pengikat bungkusan tempe. (Kalau di desa tempenya dibungkus daun terus diikat dengan tali dari bambu yang diserut) Saya pakai cara yang beda karena ini spesial untuk suami terkasih. Terlebih suami pecinta tempe jadi ini akan menarik sekali baginya. Ini dia penampakan suratnya.


Halaman 1

Halaman 2
Halaman 3
Wuih, selesai nulis surat cinta, langsung saya letakkan di atas bantal suami. Eh jam 21.00 suami pulang dan melihat ada surat di atas bantal kesayangannya. Apa kalimat yang terlontar?

"Mabun nulis surat buat Yayah? Yayah jadi malu" hihihi saya pun melanjutkan aktivitas mendongeng karena jam 21.00 saatnya Awan tidur ganteng. Suami langsung membaca surat itu sambil senyam-senyum senyum nggak jelas. Padahal dalam hati saya yang dag dig dueeerrrr. Selesai dibaca, saya pun selesai mendongeng. Apa responnya? Mas Suami bilang sangat bahagia lalu memeluk Awan yang belum tidur dan berlanjut memeluk saya. Alhamdulillah dapat bonus cium pipi kanan kiri :). Kira mah sudah selesai sampai situ. Ternyata oh ternyata, suratnya langsung digantung di lemari baju dekat dengan tasbeh hitam favoritnya. Waktu ditanya sama Awan kenapa ditaruh disitu jawabannya bikin saya mau terbang tapi gak bisa karena gak punya sayap (apasih) 

"Karena Yayah bahagia, mau lihat tulisan mabun terus setiap hari" Cesss saya udah mau netes air mata tapi saya bilang kalau udah ngantuk sampai keluar air matanya, malu ada Awan kalau ketawan mewek :P

Alhamdulillah saya bahagia sebahagia Yayah yang dapat surat cinta.


Lanjut ke potensi yang dimiliki anak.

Afdiaz WirA Nusa (Awan)



Amurwa Angkasa Tara (Angkasa)

Angkasa dan potensi kekuatan saat ini

Amurwa Angkasa 9Month


Potensi dan kekuatan diri saya (mabun Reisa)





Lingkungan tempat tinggal dan tantangan

Saya dan keluarga kini tinggal di sebuah desa di kab. Cilacap tepatnya Desa Karanganyar. Tantangan yang saya lihat dan hadapi antara lain: Masyarkat yang masih memiliki stereotipe berpikir bahwa yang muda harus bekerja di kota sementara anak-anak dititipkan pada nenek dan kakeknya. Itu hal yang ingin saya ubah dengan cara saya dan suami tinggal dan bekerja di desa. Meski potensi pekerjaan tidak sebanyak di kota tapi entah kenapa kami ingin sekali membangun desa ini. Meski secara terperinci belum jelas gambaran yang akan kami lakukan. Selain itu saya ingin mendidik dan terus membersamai anak-anak saya meski banyak masyarakat yang menyinyir terkait gelar sarjana yang tak saya gunakan untuk bekerja tapi malah mengurus anak. Mengubah pandangan mereka memang tak mudah tapi saya akan menunjukkannya.

Selain itu, tingkat pendidikan anak-anak di sini masih rendah. Mereka cenderung berpendidikan hingga SMP-SMA lalu memutuskan untuk bekerja atau menikah. Hal yang lebih menantang lagi bahwa masih banyak anak-anak sekolah yang lebih memilih untuk bolos sekolah dan berkumpul bersama rekan-rekannya untuk sekadar merokok dan itu terjadi di tempat tetangga saya sendiri. Hal itu menjadi pemandangan yang negatif bagi anak-anak saya yang saat ini sedang memiliki impian untuk bersekolah (karena baginya sekolah adalah hal yang menyenangkan) tapi begitu melihat anak-anak berseragam banyak yang bolos menjadikan pertanyaan besar dalam dirinya. Saya terus berusaha untuk membentengi dan memberikan penjelasan pada anak saya yang InsyaAllah taun depan akan bersekolah.


Saya sudah berusaha membuka perpustakaan mini untuk anak-anak di desa sini namun memang beda anak kota dan desa. Anak desa cenderung pemalu sehingga sampai saat ini jarang sekali yang datang untuk sekadar membaca. Padahal saya ingin sekali berbagi ilmu lewat buku untuk mereka. Semoga suatu saat nanti keinginan saya terwujud agar mereka lebih suka membaca buku daripada bermain ponsel atau berkumpul tanpa jelas tujuannya.

Demikian tugas NHW 3 ini saya kerjakan. Mencicil sedikit demi sedikit Alhamdulillah selesai.

Mabun NusaNTara
Reisa Dara Rengganis