Senin, 26 September 2011

Anak Sungai (terpaksa) menjadi Sahabat Anak Manusia

apa yang anda pikirkan setelah melihat gambar ini?... apakah anda berpikir ini di daerah terpencil dan terpuruk? yang pasti gambar ini saya ambil kemarin 25 September 2011 di kawasan Tangerang, yang tak jauh dari ibu kota negara. Anda dapat melihat bahwa masih banyak orang-orang yang memanfaatkan aliran air anak sungai sebagai pemenuhan kebutuhan rumah tangga. Dalam gambar tersebut dapat dilihat bahwa warga sekitar memanfaatkan air sungai untuk mencuci baju. Dan jangan salah... masih banyak loh warga yang memanfaatkan air tersebut untuk mandi. Padahal kalau dilihat-lihat... air sungai tersebut tidaklah bewarna bening. Justru bewarna coklat dan kadang dari kejauhan nampak bewarna hijau. entah karena ganggang hijau yang terdapat di dalam air tersebut atau (kemungkinan) terbesar air tersebut kotor dan sudah tercemar dengan berbagai macam limbah industri Rumah Tangga. Bagaimana masyarakat Indonesia bisa terberas dari penyakit jika untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari saja mereka memanfaatkan air sungai yang sudah tercemar bahkan terinfeksi ribuan bahkan jutaan bakteri yang tak kasat masa. Jangan salah, sepanjang sungai ini... di depannya persis bermukim rumah warga berjajar rapi. berikut ini gambar-gambar yang saya peroleh

lihat....

jeng... jeng.... Anak sungai tersebut terpaksa menjadi sahabat anak manusia. Anak manusia... yang tak lain adalah saudara-saudar kita, masih juga belum mendapatkan haknya untuk mendapatkan air bersih. Menurut saya itu termasuk pelanggaran hak asasi manusia loh. yah meskipun dibilang lebai entah kenapa saya suka mengatakannya demikian. Mereka yang seharusnya mendapatkan hak hidup sehat terpaksa tertunda karena yah bisa dilihat sendirilah. Entah bagaimana pemerintah daerah setempat yang saat ini lagi sibuk-sibuknya melakukan kampanya pemilihan gubernur Banten.... Lihat Pak, Ibu.... sejahterakan hidup mereka tolong... minimal berilah mereka air bersih saja.
weleh-weleh ya.... ini anak sungai panjang loh teman-teman... sayang sekali....

Tidak ada komentar:

Posting Komentar