Kamis, 01 September 2011

Dalam temaram yang kudus

Dalam temaram yang kudus
ketika kesyahduan berkolaborasi memainkan dentingan musik di depan  kaca
masih ada bingung yang menyergap ketakutan anak laki-laki yang kedua tangannya mengadah
kata-kata yang tersulam rapi dalam mulutnya dihayati sepenuh jiwa lalu dilepaskannya tanpa bersuara
temaram yang kudus menjadi saksi akan ketulusan dan harapannya demi mendapatkan rasa sempurna
belum selesai ia menuntaskan sulaman doanya yang terajut hangat
secercah sinar menghampirinya, mengajaknya bermain dan berlarian
mengusik tenang dalam tidur yang lelap
tenang tak marah dan tak jengah
hanya berkesah tak biasa bermain dalam  hening yang tertidur bersamanya
dentingan musik yang lambat laun mengudara ke penjuru ruang ikut membahana
meramaikan suasana berlarian antara cahaya dan anak laki-laki yang kini bertelanjang kaki
semuanya terekam secara nyata dalam temaram yang kudus :)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar