Minggu, 16 September 2012

Penerbangan pertamaku ke luar negeri.




Mungkin kalau bukan karena kuasa Allah swt.  Saat ini aku tidak akan berada di Malaysia tepatnya Kuala Lumpur. Sudah dari beberapa tahun yang lalu aku menuliskan dalam resolusiku bahwa aku ingin sekali ke Luar negeri. Alhmdulillah di tahun ini tercapai. Tanpa keluar uang sepeser pun bahkan tidak hanya sehari dua hari. Tapi 2 minggu.
Aku berangkat pukul 05.00 dari rumah Depok. Om dan rissa sahabatku yang mengantar. Tadinya om berniat mengantarkanku hanya sampai pasar minggu. Alhmdulillah om berubah pikiran bahkan mengantarkan aku sampai Bandara Soekarno Hatta. Rissa sahabatku bersedia mengantar kepergiaanku. Kami punya mimpi yang sama. Tapi untuk sekarang aku yang memulainya. Aku yakin seyakin-yakinnya kalau dia akan menyusulku nantinya J




Penerbangan kami dimulai dengan menunggu satu persatu sahabat. Mang wawan. Wilda. Lalu tak lama datang Yana. Kamng Eri dan juga Mbak Dian yang merupakan perwakilan dari Dompet Dhuafa.  Akhirnya aku berpisah dengan rissa dan rombongan dari IMZ yang mengantar kami. Kami pun mulai masuk ruang periksa. Beberapa kali diperiksa. Alhmdulillah semua berjalan lancar meskipun Kang ery mendapat perhatian yang lebih dari para penjaga bandara. Mungkin karena penampilannya yang berjenggot. Maklum akhir-akhir ini isu terorisme sedang merebak di Negara tercinta.
Kami naik pesawat Lion Air yang lepas landas pukul 08.45. sudah lama aku tak naik pesawat. Terakhir kali aku menaiki mesin terbang itu saat pergi ke Surabaya. Hal yang paling membuatku deg-degan adalah saat take off dan lending. Aku benar-benar tidak kuat mendengar suara denging pesawat saat itu. Tapi alhmdulillah… sepertinya Allah ingin sekali melatihku dan membuatku terbiasa untuk menaiki mesin terbang buatan manusia itu. Aku mendapatkan tempat duduk bernomer 17 B dan berada tepat di samping jendela dan sejajar dengan sayap sebelah kiri peswat. Mesin terbang berwarna oranye itu yang mengantarkan kami ke negeri tetangga. Sebelum pesawat lepas landas seperti biasa para pramugari cantik yang maaf terlihat memamerkan kakinya melalui belahan memberikan instruksi kepada kami dari mulai memakai sabuk pengaman hingga menggunakan alat bantu pernapasan dan juga pelampung. Setelah itu dengan berdoa dalam hati meskipun sebelumnya kami telah berdoa bersama  pesawatpun lepas landas ke angkas.
Sungguh Allahlah penguasa pencipta segalanya. Keindahn hanya milik Allah dan Allahlah yang terindah. Bagaimana tidak? Tujuan penerbanganku dan teman-teman adalah Negara tetangg (Malaysia) tapi sebelum menuju ke sana kami secara tidak langsung melalui dan melewati pulau-pulau bagian dari Negara kami Indonesia yang belum semuanya dapat aku dan semua teman-temanku kunjungi. Negeriku yang kucintai. Kulalui engkau lewat angkasa dengan segala nuansa Hijau. Pantas kau dijuluki negeri Khatulistiwa. Dari atas langit saja aku melihatmu sungguh Indah tiada dua. Negeriku besar dan amatlah kaya. Aku mengakui kebesaran dan kebersyukuranmu melalui pergi ke Negara lain. Justru karena menuju Negara tetanggalah aku mengetahui negeriku Indonesiaku. Semua serba hijau dan tampak rapi dari udara. Sungai berkelok-kelok dengan rupawan tiada tara. Dan saat nitu pun tetesan air dipelupuk mata tak bisa kubendung lagi. Allah menunjukkan kebesaranNya melalui penerbangn itu. Agar aku mencintai negeriku lebih jauh dan dalam lagi. Indonesia…
Kami tiba di Malaysia tepat pukul 11.00 waktu Indonesia dan ternyata di Malyasia sudah pukul 12. Setelah menadarat di Kuala Lumpur kami berenam mulai mencari tahu rute untuk mengambil barang atau koper kami. Malaysia kuakui sebagai Negara yang maju. Dalam Bandara saja sudah ada monotrain atau kereta api yang berjasa untuk mengantarkan kami mengambil barang bawaan kami.
Setelah mendapatkan koper dan mendapt stampel dari imigrasi Malaysia barulah kami dapat keluar dengan lega. Tak lama kami dijemput oleh Pak Cik Khairul dan Pak Cik …. Mereka utusan dari PPZ (Pusat Pungutan Zakat) tempat kami menempa ilmu nantinya.
Kami bertanya banyakhal seputar Malaysia. Sepanjang perjalanan pun kami lalap habis dengan mata untuk tahu seberapa maju dan kerenkah Malaysia. Selama meninggalkan bandara sepanjang yang aku dan teman-temanku lihat adalah perkebunan kelapa sawit. Banyak sekali. Sungguh. Setelah melewati itu  Kami juga  sempat melihat beberapa baliho yang menurut kmi adalah iklan yang unik. Menggunakan bahasa melayu yang hampir-hampir mirip dengan bahasa Indonesia sangat lucu juga. Aku teruatama sempat melihat iklan Visit To Indonesia dari mendbudpar. Tapi kok nggak ada taglinenya kaya Malaysia “Malaysia Trully Asia” kita apa?
Pak Cik khairul dan Pak Cik… tahu kalau kami datang dalam keadaan perut yang lapar. Merekapun tak segan-segan mengajak kami untuk makan di rumah makan kepala ikan terkenal Pandan. Rame sekali di sana J  Setelah selesai makan kamipun diantar oleh mereka ke Hotel bintang 3. Hotel Seri Cempaka yang masing-masing dari kami mendapat teman sekamar berpasang-pasangan. Aku berpasangan dengan Yana. Wilda dengan mbak dian dan Mang wawan dengan kang ery. Kami berenam berada di lantai yang berbeda. Maklum kedatamgan kami bertepatan dengan hari libur nasional Malaysia. Hari persatuan daerah serawak dan sabah ke Malaysia. Tadi saja acaranya ramai sekali di TV. Perdana mentterinya hebat dan pintar. J hidup Malaysia. J
Betapa bahagianya kami karena menadapat kamar yang menurut kami terbilang sangat mewah. Terlebih kami akan tinggal selama 2 minggu di sini J maka nikmat mana lagi yang kan aku dustakan? Terima kasih rabbku.
Setelah sempat beristirahat kamipun melakukan jalan sore untuk mencari kartu provider yang akan kami gunakan selama di sini. Makum kalau pakai nomer local bayarnya amat sangat mahal. Sekali sms aja bisa sampai 3000.
Setelah mendapatkan nomor provider milik malaysia kamipun berlanjut bergegeas mencari makan malam. Lebih tepatnya mencari nasi sih. Maklum sisa makan siang tadi masih banyak dan kami bungkus semua. Hehehehe. Oh iya… minuman the tarik di sini mantap. Kalu es the atau orang sini biasa bilang Tea O harganya Cuma 1RM. Nasipun segitu. Kalaun ngomongin makanan sudahlah negaraku rempah-rempahnya tiada dua. Nikmat tak tertandingi. J
Sudah nggak sabar besok akan melakukian apalagi dan semoga memang banyak hal. Aamiin sebelum kami nantinya akan magang di PPZ.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar