Minggu, 10 Februari 2013

kamu di stasiun

Antara stasiun dan stasiun

Aku merasa melihatmu. Tapi bukan kamu, bukan juga kamu, dan tentu bukan kamu. Bukan, bukan kamu.


Dalam sesekali kita bertatap temu, kamu putih dengan baju dan jeansmu. Membawa kamera dslr tipe tak tentu. Sekali dan berkali kita berkelok tatap padahal aku yakin kamu pun mengenalku.

Aku berhenti di stasiun peralihan kamu pun demikian.

Lagi-lagi kita mengantre di loket yang sama. Sampai pada akhirnya aku mempersilakan kamu untuk lewat terlebih dahulu. Kamu diam, akupun begitu.

Tanpa banyak tanya aku bergegas berlalu. Menyelamatkan waktu yang tak ingin lewat tanpa manfaat.

Bergegas kamu mengikuti, berjalan di belakang secara pasti. Aku curiga tiada tara. Kamu siapa? Kenapa begitu menarik mata?

Lalu aku bertatap sekejap. Memastikan bahwa kita sebenarnya saling kenal. Meski aku sendiri tak yakin

Kamu dia?

Dia kamu?

Anggukan pasti menjawab penuh berarti. Lalu aku terkekeh sambil menyeka keringat yang sempat tersumbat.

Kamu pamit kita berbeda arah, aku mengamit dengan senyum ramah.

Sampai bertemu di stasiun berikutnya

Jujur kau gagah dengan semua kesederhanaanmu

Siang itu berlalu dan kau sempat menaruh waktu

Semoga kita bertemu di tempat dan lain waktu katamu.

Aku mengangguk setuju. Keretamu datang dan kini petang datang


Depok, kemarin dari st. Pondok ranji yang bertemu tanpa janji


Published with Blogger-droid v2.0.4

Tidak ada komentar:

Posting Komentar