Rabu, 10 April 2013

Impian Semu(t) ^_^

Selamat malam. Tulisan ini kutulis secara khusus sebagai penebus hutang untuk temanku yang super Aravena Muhammad Yesa (Kutulis namamu lengkap teman :D) 

Gambar sumber:Yanuarfajri

Tulisan kali ini khusus membahas cerita pendek yang ditulis oleh Raven berjudul Impian Semu. Impian Semu berkisah tentang seorang semut yang merasa sepanjang hidupnya dimanfaatkan oleh Ratu Semut. Sang semut dikisahkan senantiasa bekerja memenuhi kebutuhan koloninya terutama kebutuhan makan Sang Ratu. Dalam cerpen tersebut terjadi pergolakan batin si semut yang ingin sekali "keluar" dari rutinitas yang baginya tidak mengenakkan.

Sang semut merasa selama ini manusia salah menilai dirinya. Semut yang selama ini tergambarkan sebagai hewan yang paling patuh ataupun setia ingin menunjukan bahwa penilaian itu salah. Ia lebih memposisikan dirinya sebagai "mesin" karena harus setia setiap saat mengabdi pada Ratu dan koloni. Aku menilai bahwa cerpen ini sebagai suatu bentuk Avant-garde yakni perlawanan terhadap batas-batas apa yang diterima sebagai suatu norma dan budaya dalam dunia persemutan.

Mengapa  kulansir demikian? Hal ini sejatinya tak pernah terpikirkan sebelumnya oleh semut-semut "asli" namun sang penulis ingin sekali menunjukkan dunia lain tentang pemikiran semut yang mungkin sebelumnya tak pernah kita bayangkan. 

Jujur kacang ijo... tulisan Teman ini  kuberi bintang lima (Udah kaya hotel aja) Bagus... bagus sekali. Pemilihan diksinya sudah indah. Sang penulis sepertinya banyak mengetahui dunia persemutan. Sejatinya melalui kisah "Impian Semu" aku jadi tahu kenapa selama ini semut-semut yang saling berbaris jika bertemu dengan semut lain dari arah yang berlawanan sering terlihat  seperti "bersalaman" (Mereka saling menempelkan anten mereka ternyata untuk mendeteksi apakah mereka dari koloni yang sama atau berbeda). Kisah ini sungguh Cerdas!

Sayang sekali Sang semut dalam kisah ini berakhir tragis. Ia mendapat kebahagiaan sesaat setelah ia berhasil melarikan diri dari koloninya--bermaksud keluar dari rutinitas yang menurutnya amat sangat membosankan. Namun ternyata langkah menuju impiannya justru membawa pada penderitaan nyata. Ya... setelah berhasil keluar dari koloninya ia  justru bertemu dengan koloni semut lain. Hal ini terlihat pada kutipan berikut.


"Pada saat itulah aku menyadari kesalahan fatal dalam rencanaku. Aku tidak memperhitungkan kemungkinan berpapasan dengan koloni lain. Ketika dua koloni berbeda saling bertemu, naluri bertempur (bukan, naluri membunuh) akan mengambil alih dan pertempuran akan terjadi. Tapi bagi aku yang sendiri, bukan pertempuran yang akan terjadi. Melainkan pembantaian"


Pada akhirnya sang semut remuk setelah "dibantai" oleh beberapa semut lain. Namun ia beruntung karena nyawanya masih selamat. Dalam keadaan yang payah instingnya membawanya kembali untuk "pulang" Namun sayang... mujur tak dapat diraih dan malang tak dapat ditolak. Antena sang semut putus akibat pembantaian tadi sehingga ia tak lagi bisa dikenali sebagai bagian dari koloni lamanya...

Akhir cerita ini ditutup dengan sangan "cantik"... yakni percakapan antara seorang Ibu dengan anaknya. Sang Ibu menasehati sang anak yang saat itu tengah pulang setelah bermain bola agar meniru prilaku semut (yang ia tunjuk di tanah) untuk berlaku rajin dan senantiasa bekerja serta tidak bermain-main. Ujaran sang ibu tersebut membuat sang anak melihat ke arah tanah dan di sanalah sang anak melihat bangkai semut lalu menguburnya.

Sayang sekali aku tidak bisa menampilkan cerpennya di sini karena itu adalah hak dan kewenangan sang empunya. Sahabat yang ingin berhubungan dan ingin tahu kisah Impian Semu bisa langsung menghubungi temanku ini di (silakan klik)--> @Muhammadyesa agar tak penasaran untuk tahu versi lengkapnya :D

Sekian pembahasan dan penebusan hutang dariku.

NB: Dear Raven... maaf ya baru satu yang ke bahas. Tentang rantai makanan mungkin di lain waktu karena yang itu ceritanya lebih panjang. Dan jujur aku lebih suka yang ini. Semangat menulis Raven... ayo kirim ke mana gitu... siapa tahu bisa beredar di media cetak (Atau jangan-jangan ini udah pernah kamu publikasikan?). Kunantikan kisah hewan lainnya yang bisa memberiku banyak pengetahuan dan wawasan :D

Terima kasih ^_^



Tidak ada komentar:

Posting Komentar