Minggu, 07 April 2013

Jangan Ambil Hak Jalan Orang

Selamat pagi

Kemarin absen dari menulis. Bukan karena tidak ingin bernapas seperti biasa. Hanya saja, badan kemarin sedikit remuk. Kecapekan. Tapi, bahagia sih karena bisa ikut menjadi bagian dari kegiatan Walk4autism di Monas.

Alhamdulillah seru, meski pulangnya ada tragedi pilu. Tsah... hahaha selain berpisah sana Nini di halte monas, juga karena kejadian rem mendadak yang dilakukan pihak Transjakarta akibat ulah mobil tengil yang main salip. Untung aja, pak sopir gesit. Kalau tidak, mungkin mobil itu sudah ringsek. Gara-gara kejadian itu, para penumpang Transjakarta seketika ambrug di dalam. Efek domino berjatuhan. Satu hal yang paling menyedihkan, kakiku kepentok plus dapat injakan dari sepatu hak tinggi milik seorang ibu. Dampaknya sampai sekarang kaki bengkak. Hahahaha rasakan kau! Harus lebih mensyukuri nikmat di kala sehat :D

PAGI ini aku bukan mau cerita tentang hal kemarin. Tapi, tentang hari ini yang berkaitan dengan pernikahan. Bukan, ini semua bukan tentang pernikahanku. Tapi pernikahan orang-orang yang sepertinya sudah terlalu kelewatan. Hal ini kejadian saat tadi aku di antar adikku menuju stasiun Pondok Ranji.

Ada sebuah rumah yang sedang mengadakan hajatan pernikahan. Acaranya memakai badan jalan yang seharusnya digunakan untuk orang lewat. Tapi apa mau dikata. Jalannya ditutup karena acara pernikahan itu. Aku tidak menyalahkan acaranya hanya saja aku tidak suka caranya. Jangan sekali-sekali kita mendahulukan kepentingan pribadi dibanding dengan kepentingan umum. Tahu apa yang terjadi? Orang-orang yang tadinya ingin melalui jalan itu jadi bermuka masam, kecewa, dan yang lebih nggak enaknya lagi mereka marah-marah.

Maksud hati ingin membuat acara berkah di hari pernikahan, namun hati-hati jika ternyata acara tersebut malah menjadi bumerang. Orang-orang malah mendoakan hal yang tidak baik (lewat makian atau bahkan ujaran menyakitkan) tanpa sang empunya hajat tahu, bahwa acara hajatnya malah merugikan orang lain.

Ini kejadian loh, ambulan yang membawa orang sakit tidak bisa lewat gara-gara jalan atau akses utama ditutup. Kejadian ini berlangsung waktu walk4autism kemarin. Tapi alhamdulillah akhirnya ambulannya boleh lewat juga. (Meski dengan perjuangan yang besar dari seorang anak)

Nah, kalau kejadian kaya gitu gimana hayo... disaat kita berbahagia atas pesta yang kita lakukan, ternyata ada orang-orang yang kecewa terhadap acara kita tanpa kita sadar. Harusnya acara pernikahan mendapat doa dari khalayak ramai justru berbalik menjadi makian atau hujatan karena hak-hak yang kita ambil. Sedih dan menyedihkan bukan?

Ini sebagai pelajaran buat diriku sendiri nanti jika ingin mengadakan syukuran pernikahan. Agar tetap selalu mementingkan kepentingan umum agar lebih berkah :)

Peta konsep acara sudah kupersiapkan. Meski sampai sekarang pangerannya belum datang. Hahai curcol

Okeh, selamat pagi. Kutuliskan ini di sepanjang perjalanan St. Pondok Ranji hingga Depok. Sekarang baru sampai di St. Manggarai sih. Hehehe

Terima kasih sudah mampir, saatnya melipir hihihi :D

Published with Blogger-droid v2.0.4

Tidak ada komentar:

Posting Komentar