Selasa, 20 Agustus 2013

Mari Doakan Mereka






Setiap 17 Agustus, seperti  tahu-tahun sebelumnya kami tidak libur. Pekerjaan sebagai petugas penjual karcis di jalan tol Cikampek membuat kami senantiasa terjaga meski badan semenjak beberapa hari sebelumnya lelah digempur. Seperti biasa... setiap tanggal 17 agustus akan ada sedikit perbedaan dengan tangga-tanggal lainnya. Yap... hari kemerdekaan Republik Indonesia tercinta. Kibaran bendera merah putih mungil akan senantiasa berada di meja kami yang kecil. Sebagai hiasan sekaligus pendanda hari jadi negara tercinta. 

Rani teman seprofesiku biasanya mempunyai kebiasaan berbagi di setiap hari kemerdekaan. Tahun lalu dia membagikan setangkai bunga plastik kepada seluruh rekan sejawat yang bekerja. Bunga plastik tersebut berdaun merah putih kecil.  "ini hari baik... kita harus semangat bekerja" Ucap Rani senantiasa memotivasi kepada kami semua sembari menyerahkan bunga tersebut. Tentu dengan senang hati... aku dan tiga rekan lainnya menerima. 

Tak hanya kami yang dibagi... para pengguna jalan tol pun kerap kali mendapat sovenir tersebut. Tentu saja mereka akan merasa bahagia. Aku saja berbahagia saat menerimanya. Apalagi mereka. 

Namun untuk tanggal 17 Agustus 2013 kali ini sungguh berbeda. Sejak pagi tadi sebelum mulai bekerja Rani sibuk dengan empat buah kantung plastik hitamnya. Ketika kutanya dia tersenyum menjawab “Kamu harus bantu aku ya”. Tidak tahu apa maksudnya aku hanya mengangguk saja mengiyakan.

Setelah berganti pakaian kerja bernuansa biru muda Rani bergegas menghampiriku. Ia menyerahkan sebuah kantung plastik berwarna hitam yang tadi dibawanya.

“Aku minta tolong… bagikan ini kepada pengguna jalan tol. Sambil bilang…Mari berdoa untuk mereka” Ujar Rani menatapku serius. Awalnya aku masih bingung apa maksudnya. Namun rasa bingungku terjawab sudah ketika kantung kresek hitam ini kubuka.

Kantung tersebut berisi ratusan stiker bertuliskan “Pray Egypt” Aku paham sekali dengan maksud Rani. Sejak beberapa hari yang lalu setelah usai tunaikan tugas bekerja, aku dan Rani beserta teman sejawat lainnya rutin menyaksikan berita tentang Mesir. Pak Suryitno selaku kepala seksi kami memberikan wawasan yang diketahuinya tentang bagaimana serta alasan-alasan keadaan Mesir hingga sampai seperti itu.

Satu hal yang baru kami ketahui bahwa Mesir merupakan negara terdepan yang mengakui kemerdekaan negara Indonesia. Lalu muncul pertanyaan Pak Suryitno yang membuat semua terdiam. “Negara kita bisa diakui kemerdekaannya salah satunya berkat Mesir. Lalu di saat kondisi Mesir seperti sekarang ini Negara kita bantu apa? Beberapa hari lagi hari kemerdekaan. Saya mau tahu… pemerintah kita punya tindakan apa?” Pertanyaan Pak Suryitno mengantung begitu saja dibenaku. Namun tidak untuk benak Rani. Ia justru berbuat sesuatu!

“Mari kita doakan mereka” Ujarku mantap sembari menatap Rani. Ia tersenyum mengangguk kemudian memberikan dua kantung kreseknya kepada dua temanku yang lain. Sebelum memulai bekerja seperti biasa kami berdoa bersama. Namun doa kali ini berbeda. Ada doa tambahan untuk negeri tercinta Indonesia dan juga doa untuk masyarakat di Mesir sana.

“Lakukanlah apa yang bisa kamu lakukan”

Sembari melayani pengguna jalan tol. Selain memekik salam merdeka kami menyelipkan rangkaian kata-kata “Mari doakan mereka” sembari menyerahkan stiker tersebut dengan ucapan terima kasih sebagai penutup. Kami berharap agar setiap pengendara/pengguna jalan tol turut merangkai untaian doa untuk saudara-saudara di Mesir sana.

Aamiin




Tidak ada komentar:

Posting Komentar