Selasa, 03 Desember 2013

Desember di tanggal 2

Prolog...

Sebelum menuliskan kisah hari ini saya mau berbagi kisah sederhana. Kisah ini bermula sekitar 10 menit yang lalu. Yap! sebelum menuliskan ini netbook mungil ini tetiba error. Nggak bisa diapa-apain. Walhasil akhirnya dibongkar paksa batrenya. Alhamdulillah dia hidup kembali. Kadang ada kalanya sesuatu itu perlu dipaksa. Yasudah demikian prolog adanya... (Maksa -____-")

Kisah hari ini saya lukiskan dengan bentuk puisi saja ya. Terlalu banyak jika diceritakan secara narasi. Saya menghemat daya penglihatan. Hihih ini bukan alasan seorang pemalas. Serius... Dua rius deh yaudah Darius gimana? hahahaha


Segelas minuman hangat
Sudirman 09.00
Tower Indofood sebagai saksi bertemunya kami
Dalam pagi jelang siang
Selama 60 menit bertukar pandang
Menyerahkan yang dikirimkan
Menjalankan yang diserahkan
Dengan minuman hangat sebagai teman
Pengisi pencernaan dari pagi hingga pagi lagi
Segelas... segelas... segelas...
Tak pernah lepas






Rumah (Tangga) Pendidikan

Mengerjakan yang diserahkan
dalam sebuah bangunan tua yang begitu angkuh tanpa penjagaan
Menyetarakan yang patut disetarakan
Namun sayang... pelayanan tak seperti yang diharapkan.
Birokrasi! lagi-lagi
Rumah (Tangga) Pendidikan kita









Ibu Kota Jantung Mereka

Tangannya lihai memainkan senar
Suaranya elok
Liriknya dalam

"Kami menjual suara tidak berdusta
Tidak ada niat ambil harta rakyat tercinta seperti mereka"

Panas sebagai kawan
Hujan sebagai teman
Bus kota adalah jantung mereka



Tidak ada komentar:

Posting Komentar